Parlemen

Komisi D DPRD Sulsel Dorong Penyelesaian Sengketa Proyek CPI Libatkan Waskita Karya dan PT SCI

DPRD Sulsel

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Komisi D DPRD Sulawesi Selatan mendorong percepatan penyelesaian sengketa kerja sama pembangunan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) yang melibatkan PT Waskita Karya dan PT Sulsel Citra Indonesia (SCI).

Dorongan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang menghadirkan pihak PT Waskita Karya, jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direksi PT SCI di ruang rapat Komisi D DPRD Sulsel, Kamis (4/6/2026).

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang, mengungkapkan bahwa kontrak kerja sama proyek tersebut ditandatangani pada 2020 dan mulai berjalan efektif pada September tahun yang sama.

Namun, proyek hanya berlangsung hingga awal 2021 akibat terhentinya pembayaran.

“Kontrak ini terjadi pada 2020 dan secara efektif hanya berjalan beberapa bulan hingga awal 2021. Namun dalam proses tersebut telah dikeluarkan anggaran yang cukup besar,” ujar Sultan.

Ia menyebut, PT Waskita Karya mengklaim telah mengeluarkan biaya pekerjaan berkisar antara Rp135 miliar hingga Rp176 miliar sebelum proyek tersebut terhenti.

Menurut politisi Partai Gerindra itu, persoalan ini perlu segera diselesaikan mengingat kedua pihak yang terlibat merupakan entitas yang memiliki keterkaitan dengan pemerintah.

PT Waskita Karya merupakan badan usaha milik negara (BUMN), sementara PT SCI adalah perusahaan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini pada dasarnya kerja sama antara dua entitas yang sama-sama terkait dengan negara. Karena itu, persoalan yang muncul harus segera dicarikan jalan keluarnya,” tegasnya.

Sultan juga menyoroti rencana pembangunan lanjutan di kawasan CPI, termasuk paket pekerjaan senilai sekitar Rp200 miliar yang telah direncanakan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, kejelasan status kontrak dan penyelesaian sengketa menjadi hal krusial agar tidak menghambat agenda pembangunan di kawasan strategis tersebut.

Ia pun mengapresiasi keterbukaan PT SCI dalam memberikan penjelasan kepada DPRD Sulsel dan berharap proses mediasi dapat segera menghasilkan solusi yang adil bagi seluruh pihak.

“Kami berharap mediasi ini segera menemukan solusi sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, khususnya PT Waskita Karya yang menyatakan telah mengeluarkan anggaran hingga Rp176 miliar,” pungkasnya. (*)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Gubernur Sulsel Tanam 1.000 Mangrove di Selayar

SELAYAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan penanaman 1.000 pohon mangrove di…

1 jam ago

Gubernur Sulsel Buka Celebes Scooter Party XIX 2026 di Selayar, Tekankan Silaturahmi dan Promosi Wisata

SELAYAR, TROTOAR.ID — Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka kegiatan Celebes Scooter…

1 jam ago

Pelabuhan Kajang Diproyeksikan Jadi Gerbang Ekonomi Baru Bulukumba

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, melakukan kunjungan…

1 jam ago

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Wali Kota Makassar Wajibkan OPD Pilah Sampah dari Sumber

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di…

1 jam ago

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati Luwu Ajak Aksi Nyata Dimulai dari Rumah Tangga

LUWU, TROTOAR.ID — Bupati Luwu, H. Patahudding, memimpin Apel Bersama Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH)…

1 jam ago

Buka Muscab X Bersama FKPPI, Bupati Luwu Utara Sebut Organisasi “Legend” dan Pencetak Generasi Hebat

LUWU UTARA, TROTOAR.ID — Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, resmi membuka Musyawarah Cabang (Muscab)…

4 jam ago

This website uses cookies.