WAJO, TROTOAR.ID — Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Lagosi dan Desa Tonrong Tengnga, Kecamatan Pammana, kini berada dalam kondisi yang memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga.
Sebagai jalur logistik utama dan akses tercepat antar desa bahkan antar kecamatan, jembatan ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat setiap hari.
Anak sekolah, petani, hingga pedagang menggantungkan mobilitas dan mata pencaharian mereka pada jembatan tersebut.
Namun, kondisi jembatan saat ini kian memprihatinkan. Lantai kayu yang telah lapuk serta struktur yang mulai rapuh menjadikan jembatan ini sebagai ancaman serius, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas.
Situasi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan yang dapat merenggut nyawa.
Karena itu, rekonstruksi total jembatan bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan masyarakat serta menjaga kelancaran roda perekonomian warga setempat.
Harapan besar kini tertuju pada perhatian dan langkah nyata dari pemerintah agar segera mengambil tindakan cepat.
Apa yang menjadi harapan masyarakat ini, insyaAllah akan terus diperjuangkan bersama demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.
LUWU, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan melalui Komisi E akan segera…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa evaluasi terhadap kinerja kepala SMA…
JAKARTA, TROTOAR.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran sertifikasi kompetensi bagi peserta Pemagangan Nasional (MagangHub)…
BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Upaya pelestarian budaya membatik terus digalakkan melalui kegiatan edukatif dan kreatif. Salah…
BARRU, TROTOAR.ID — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, bersama Wakil Bupati Abustan A. Bintang…
This website uses cookies.