News

Dua Pejuang Lingkungan Sulsel Raih Kalpataru 2026

Pemprov Sulsel

JAKARTA, TROTOAR.ID— Dua pejuang lingkungan asal Sulawesi Selatan berhasil meraih Penghargaan Kalpataru 2026, yang merupakan penghargaan tertinggi pemerintah di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI di Jakarta Convention Center, Kamis (11/6/2026).

Dua perwakilan Sulsel yang menerima penghargaan yakni:

  • Jamaluddin dari Kabupaten Gowa (kategori Perintis Lingkungan)
  • Pejuang Muda Wija To Cerekang dari Kabupaten Luwu Timur (kategori Penyelamat Lingkungan)

Jamaluddin dinilai konsisten melakukan rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman pohon dan konservasi tanah secara berkelanjutan. Ia juga mengembangkan rumah baca “Rumah Koran” sebagai pusat edukasi literasi lingkungan dan pertanian bagi masyarakat.

Sementara itu, kelompok Wija To Cerekang berperan besar dalam menjaga Hutan Adat Cerekang di Kecamatan Malili dari ancaman pembalakan liar dan perambahan. Mereka berhasil melindungi sekitar 700 hektare hutan adat, termasuk menjaga sumber mata air dan keanekaragaman hayati.

Gerakan ini juga memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal sekaligus mendorong masyarakat adat mempertahankan hutan sebagai bagian dari identitas budaya.

“Ini penghargaan tertinggi dari negara di bidang lingkungan hidup, tentu kami sangat bangga dan bersyukur,” ujar Jamaluddin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sulsel, Kasman, menyebut capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sulawesi Selatan.

Dari total 16 penghargaan Kalpataru yang diberikan secara nasional tahun ini, Sulsel berhasil membawa pulang dua penghargaan, setelah sebelumnya mengusulkan lima nominator.

Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi yang aktif mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, termasuk program rehabilitasi lahan dan pemberian bibit produktif.

Penghargaan ini menegaskan bahwa gerakan lingkungan berbasis masyarakat tetap menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian alam di daerah.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

Recent Posts

Pemda Luwu Terus perkuat Tata Kelola Pemerintahan

LUWU, TROTOAR.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui penataan organisasi…

1 jam ago

Gedung Utama Sekretariat DPRD Sulsel Akan di Robohkan

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Sekretariat DPRD Sulawesi Selatan mengusulkan pelaksanaan lelang tender untuk pembongkaran Gedung Utama…

2 jam ago

Jelang Porsenijar Provinsi, Stadion Ganggawa Sidrap Terus Dibenahi

SIDRAP, TROTOAR.ID — Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Seni dan Pembelajaran (Porsenijar) Sulawesi Selatan tingkat provinsi,…

7 jam ago

PMI Bulukumba Gelar Donor Darah

BULUKUMBA, TROTOAR.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bulukumba meluncurkan program donor darah rutin setiap…

8 jam ago

Di Pulau Sangkarrang, Walikota Fokus Dorong Kualitas Pendidikan

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kepulauan Sangkarrang…

8 jam ago

Walikota Makassar Launching Transportasi Laut

MAKASSAR, Trotoar.id – Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan layanan transportasi laut gratis bagi masyarakat Kepulauan…

8 jam ago