Site icon Trotoar.id

Sensus Ekonomi 2026 Masuk Tahap Lapangan, Wali Kota Makassar Ajak Warga Berpartisipasi

IMG 20260616 WA0038 scaled

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memasuki tahap pendataan lapangan.

Pemerintah Kota Makassar pun menyatakan dukungan penuh terhadap agenda nasional tersebut.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, bersama tim Sensus Ekonomi 2026 di Rumah Jabatan Wali Kota, Selasa (16/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas kesiapan dan pelaksanaan pendataan lapangan yang kini dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah (door to door) di seluruh wilayah Kota Makassar.

Dalam kesempatan itu, Munafri Arifuddin juga turut menjadi responden pertama yang didata oleh petugas sensus.

Setelah proses pendataan selesai, petugas menempelkan stiker di bagian depan rumah jabatan sebagai tanda telah mengikuti Sensus Ekonomi 2026.

Munafri menegaskan, sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang akurat dan komprehensif sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Data yang dihasilkan dari sensus ini sangat penting untuk perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu juga mengajak seluruh masyarakat Makassar untuk berpartisipasi aktif dan memberikan data yang benar kepada petugas sensus.

“Partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Karena itu, kami mengimbau warga untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi yang dibutuhkan secara jujur,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan simbolis, Munafri turut mengusulkan agar pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Makassar tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diiringi dengan kegiatan penanaman pohon sebagai simbol pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bagus kalau kita tanam pohon sebagai simbol Sensus Ekonomi, bagian dari menjaga kota dan menggambarkan pertumbuhan ke depan. Bisa juga dilakukan di kawasan Balaikota,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, menyambut positif usulan tersebut.

Ia menilai, gagasan penanaman pohon mencerminkan keterkaitan sensus ekonomi dengan berbagai sektor, termasuk pertanian dan lingkungan.

“Ini menjadi simbol bahwa Sensus Ekonomi diharapkan mampu menghadirkan data yang akurat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan. Ide yang sangat baik dari Bapak Wali Kota,” katanya.

Abdul Hafid menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan secara bertahap. Untuk pendataan usaha besar dan perusahaan, telah dimulai sejak 1 Mei 2026 melalui metode pengisian bersama.

Sementara itu, pendataan lapangan secara door to door kepada masyarakat dilaksanakan serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Khusus di Kota Makassar, BPS menerjunkan sebanyak 934 petugas untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas petugas pendata lapangan, petugas pemeriksa, serta tim khusus untuk pendataan usaha berskala besar.

“Seluruh petugas telah dibekali pelatihan agar proses pendataan berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas,” jelasnya.

Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia guna memetakan kondisi riil aktivitas ekonomi masyarakat sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional ke depan. (*)

Exit mobile version