SIDRAP, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memastikan distribusi pupuk bersubsidi untuk Musim Tanam I Tahun 2026 berjalan tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pendistribusian Pupuk Bersubsidi yang digelar di Baruga Kompleks SKPD Sidrap, Jumat (19/6/2026).
Rakor dipimpin Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, didampingi Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, serta dihadiri perwakilan Pupuk Indonesia, jajaran OPD terkait, distributor, penyalur, penyuluh pertanian, dan pemangku kepentingan sektor pertanian.
Dalam arahannya, Syaharuddin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk menjamin kelancaran distribusi pupuk bersubsidi kepada petani.
“Rapat ini menjadi momentum penting untuk memastikan kebutuhan pupuk petani terpenuhi tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi, sekaligus mendukung target produksi 1 juta ton gabah dalam setahun.
Selain memastikan ketersediaan, Pemkab Sidrap juga memperkuat pengawasan distribusi agar harga pupuk bersubsidi tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) hingga sampai ke tangan petani.
“Distribusi yang lancar dan pengawasan yang ketat menjadi kunci agar pupuk bersubsidi benar-benar diterima petani dengan harga sesuai ketentuan,” tegasnya.
Rakor turut membahas berbagai aspek teknis, mulai dari ketersediaan stok, mekanisme distribusi, pengendalian harga, hingga langkah antisipasi terhadap potensi kendala di lapangan.
Syaharuddin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, distributor, kios pengecer, penyuluh, dan kelompok tani untuk mencegah keterlambatan distribusi, kelangkaan, maupun praktik permainan harga.
Sementara itu, perwakilan Pupuk Indonesia menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan pupuk bersubsidi di Sidrap selama musim tanam berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap melalui koordinasi yang intensif, distribusi pupuk bersubsidi pada Musim Tanam I 2026 dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran, sehingga mampu mendorong peningkatan produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

