RANTEPAO, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Luwu menampilkan Tari Pajjaga Baine dalam ajang budaya Toraya Ma’gellu’ 2026 yang digelar di Art Center, Alun-alun Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, pada 19–20 Juni 2026.
Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya strategis memperkenalkan kekayaan seni budaya Luwu di panggung nasional sekaligus memperkuat jejaring budaya antardaerah.
Toraya Ma’gellu’ sendiri merupakan salah satu event yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN), yang menghadirkan beragam pertunjukan seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Toraja Utara bekerja sama dengan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) DPC Toraja Utara, sebagai wadah pelestarian sekaligus promosi budaya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Mulianto Taro, mengatakan keikutsertaan Luwu dalam event tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada khalayak luas.
“Partisipasi ini tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga mempererat hubungan budaya antardaerah melalui seni pertunjukan,” ujarnya.
Tari Pajjaga Baine yang ditampilkan dibawakan oleh Sanggar Seni Luwu JENG’S ART, yang merupakan binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu.
Tarian ini memiliki makna filosofis yang kuat, berasal dari bahasa Luwu, di mana “Pajjaga” berarti pengawal atau prajurit, dan “Baine” berarti perempuan.
Melalui perpaduan gerakan dinamis dan ekspresif, tarian tersebut menggambarkan sosok prajurit perempuan yang tangguh, terinspirasi dari pengawal wanita pada masa kerajaan.
Meski menonjolkan keberanian dan ketangkasan, Tari Pajjaga Baine tetap mempertahankan unsur kelembutan dan keanggunan perempuan sebagai nilai budaya yang khas.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam upaya pewarisan budaya kepada generasi muda melalui seni pertunjukan tradisional.
Toraya Ma’gellu’ 2026 mengusung tema “Harmoni dalam Gerak”, yang merefleksikan pentingnya keselarasan antara tradisi dan modernitas, serta memperkuat kolaborasi lintas generasi dan komunitas.
Kehadiran Kabupaten Luwu dalam ajang ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata berbasis kearifan lokal sebagai pilar pembangunan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Luwu Kurniah Patahudding, Ketua Bidang I TP PKK Nilasari Devy Bijak, Ketua Dharma Wanita Persatuan Rafika Liakat Rudi, serta jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu.

