MAKASSAR, TROTOAR.ID — Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar dengan menyampaikan pernyataan sikap terkait berbagai isu nasional dan daerah, Senin (22 Juni 2026).
Aksi yang diikuti puluhan mahasiswa tersebut menyoroti sejumlah persoalan krusial, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) hingga maraknya kasus korupsi yang dinilai masih menjadi tantangan serius bagi pemerintah.
Dalam orasinya, massa aksi mendesak pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan harga BBM demi meringankan beban masyarakat.
Selain itu, BADKO HMI juga mendorong percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai upaya memperkuat pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.
“Kami kader HMI meminta pemerintah segera menurunkan harga BBM dan mengesahkan RUU Perampasan Aset,” tegas Koordinator Lapangan aksi, Rifa’i, saat membacakan pernyataan sikap.
Tak hanya isu nasional, para mahasiswa juga menyoroti berbagai dugaan penyimpangan yang terjadi di tingkat daerah, khususnya di Sulawesi Selatan.
Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah desakan kepada pemerintah provinsi untuk membuka secara transparan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2024.
Menurut mereka, transparansi pengelolaan anggaran pendidikan sangat penting sebagai bentuk akuntabilitas publik serta untuk memastikan dana tersebut tepat sasaran.
“Kami mendesak pemerintah melakukan transparansi dalam pengelolaan dana BOS sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat,” ujar Rifa’i.
Selain itu, massa aksi juga meminta DPRD Sulawesi Selatan untuk lebih mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program strategis nasional maupun program pemerintah daerah.
Mereka menilai penguatan fungsi kontrol legislatif sangat diperlukan guna mencegah potensi penyimpangan anggaran dan memastikan kebijakan berjalan sesuai aturan.
Aksi tersebut diterima oleh Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, yang menyatakan keterbukaan pihaknya terhadap aspirasi mahasiswa.
Ia bahkan mengajak mahasiswa untuk turut berperan aktif dalam pengawasan serta menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Kami terbuka dan mengajak adik-adik mahasiswa untuk bersama-sama mengawal berbagai persoalan. Jika terkait daerah, kami siap memfasilitasi, termasuk melalui rapat dengar pendapat,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan, serta diakhiri dengan penyerahan pernyataan sikap mahasiswa kepada pihak DPRD Sulawesi Selatan.

