SIDRAP, TROTOAR.ID— RSUD Nene Mallomo Kabupaten Sidenreng Rappang meluncurkan inovasi pelayanan kesehatan bertajuk Smart Care BBLR guna meningkatkan kualitas perawatan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).
Inovasi yang diinisiasi dr. Nur Ramdhani, SpA ini menghadirkan sistem pemantauan terintegrasi, mulai dari deteksi dini komplikasi, pemantauan kontrol pasien, hingga pendampingan perawatan bayi setelah kembali ke rumah.
BBLR merupakan kondisi yang memerlukan perhatian khusus karena berisiko tinggi terhadap gangguan kesehatan.
Selama ini, perawatan umumnya berfokus pada masa rawat inap, sementara pemantauan pasca-pulang masih menjadi tantangan.
Melalui Smart Care BBLR, layanan diperluas hingga tahap pasca-perawatan.
Program ini mendorong pemantauan berkelanjutan, edukasi terstruktur kepada orang tua, serta pendampingan dalam merawat bayi di rumah.
Beberapa aspek utama dalam program ini meliputi penerapan Perawatan Metode Kanguru (PMK), pemberian ASI yang optimal, serta menjaga stabilitas suhu tubuh bayi.
Direktur RSUD Nene Mallomo, dr. H. Suwarta, S.Ked, menyampaikan harapannya agar inovasi ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap inovasi Smart Care BBLR ini mampu meningkatkan kualitas perawatan bayi BBLR, menekan risiko komplikasi, serta menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit,” ujarnya.
Dengan hadirnya inovasi ini, RSUD Nene Mallomo mempertegas komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada keselamatan pasien, khususnya bagi bayi dengan risiko tinggi.

