MAKASSAR, TROTOAR.ID — Semangat regenerasi kepemimpinan organisasi kepemudaan kembali bergema di Makassar.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan kebangsaan yang kian kompleks, kaderisasi dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan peran pemuda dalam kehidupan berbangsa.
Momentum itu tampak dalam pelantikan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan masa khidmat 2026–2030 yang berlangsung di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, Universitas Islam Makassar (UIM), Rabu (24/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepengurusan, tetapi juga dirangkaikan dengan Inaugurasi serta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) X dan Susbanpim IX sebagai bagian dari penguatan kapasitas kader.
Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Fauzi Andi Wawo, yang turut memberikan dukungan terhadap proses kaderisasi di tubuh GP Ansor.
Bagi GP Ansor, pelantikan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan titik awal konsolidasi untuk menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Rangkaian pelatihan yang digelar menjadi bukti bahwa organisasi kepemudaan ini tidak hanya fokus pada struktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia kadernya.
Dalam sambutannya, Fauzi Andi Wawo menyampaikan apresiasi atas peran aktif GP Ansor dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, GP Ansor selama ini konsisten menjadi garda terdepan dalam merawat nilai-nilai toleransi dan persatuan, khususnya di Sulawesi Selatan.
“GP Ansor merupakan mitra strategis pemerintah dan legislatif dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta mendorong partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menilai, di tengah tantangan globalisasi dan dinamika sosial yang cepat berubah, organisasi kepemudaan memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Karena itu, kepengurusan baru GP Ansor Sulsel diharapkan mampu menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tidak hanya itu, Fauzi juga menegaskan komitmen DPRD Sulsel untuk terus mendukung berbagai inisiatif positif yang digagas oleh organisasi kepemudaan.
Dukungan tersebut, kata dia, penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
Pelantikan ini juga dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan lainnya.
Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa peran GP Ansor tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem sosial yang lebih luas.
Melalui momentum ini, GP Ansor Sulsel diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai organisasi kepemudaan yang adaptif dan progresif.
Selain itu, kader-kader yang dihasilkan dari proses pelatihan diharapkan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat serta wawasan kebangsaan yang luas.
Di tengah tantangan yang semakin kompleks, keberadaan pemuda yang berintegritas dan berkarakter menjadi kebutuhan mendesak bagi bangsa.
GP Ansor pun dituntut untuk terus bertransformasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi organisasi.
Pelantikan ini menjadi penanda bahwa estafet kepemimpinan terus berjalan, membawa harapan baru bagi peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Pada akhirnya, publik menaruh harapan besar agar GP Ansor Sulsel mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan sekaligus berkontribusi nyata bagi kemajuan Sulawesi Selatan.

