MAKASSR, TROTOAR.ID —Dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian menghangat. Satu per satu kekuatan internal mulai menunjukkan sikap politiknya, menandai fase krusial dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Di tengah arus dukungan yang mulai terbuka, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) XIX SOKSI Sulawesi Selatan tampil sebagai salah satu organisasi pendiri yang lebih dulu menegaskan arah politiknya.
SOKSI secara resmi menyatakan dukungan kepada Ilham Arief Sirajuddin (IAS) untuk memimpin DPD I Partai Golkar Sulsel periode mendatang.
Pernyataan dukungan itu bukan sekadar simbolik. Ia disampaikan langsung oleh Ketua Depidar XIX SOKSI Sulsel, Patarai Amir, dalam momentum konsolidasi organisasi yang juga menjadi sinyal kuat arah dukungan politik internal Golkar.
Bagi SOKSI, keputusan ini lahir dari pertimbangan matang. Tidak hanya melihat momentum politik, tetapi juga menimbang rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan IAS yang dinilai telah teruji dalam dinamika politik Sulawesi Selatan.
“Ilham Arief Sirajuddin adalah figur yang tepat untuk memimpin DPD I Golkar Sulsel. Beliau memiliki pengalaman, kapasitas, serta komitmen yang kuat untuk membawa partai ini semakin solid dan maju,” tegas Patarai Amir.
IAS sendiri bukan nama baru dalam tubuh Partai Golkar. Ia dikenal sebagai politisi senior dengan pengalaman panjang, baik di pemerintahan maupun dalam struktur partai. Modal itu dinilai menjadi kekuatan utama untuk merajut kembali soliditas internal Golkar Sulsel.
SOKSI melihat kebutuhan akan sosok pemimpin yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga mampu menjadi titik temu berbagai kepentingan di internal partai. Dalam konteks itu, IAS dianggap memiliki kemampuan konsolidasi yang mumpuni.
Menurut Patarai Amir, tantangan politik ke depan tidaklah ringan. Golkar membutuhkan figur yang mampu menggerakkan seluruh elemen partai, dari tingkat provinsi hingga akar rumput, untuk menghadapi agenda politik yang semakin kompetitif.
Dukungan SOKSI juga dimaknai sebagai upaya memperkuat konsolidasi internal. Organisasi pendiri Golkar itu ingin memastikan bahwa proses regenerasi kepemimpinan berjalan dengan tetap menjaga nilai-nilai perjuangan partai.
Lebih jauh, SOKSI menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan. Fragmentasi internal, jika tidak dikelola dengan baik, dinilai dapat melemahkan posisi Golkar di tengah persaingan politik yang semakin dinamis.
Karena itu, dukungan kepada IAS tidak hanya berorientasi pada figur, tetapi juga pada visi besar untuk menjaga keutuhan dan memperkuat daya saing partai.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendorong kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan dan semangat perjuangan Partai Golkar,” lanjut Patarai Amir.
Dalam momentum Musda yang semakin dekat, setiap dukungan memiliki arti strategis. SOKSI sebagai salah satu elemen penting dalam sejarah Golkar tentu membawa pengaruh tersendiri dalam peta dukungan.
Meski demikian, proses Musda tetap akan menjadi arena demokrasi internal partai. Seluruh tahapan diharapkan berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.
SOKSI pun berharap proses tersebut dapat berlangsung secara demokratis, tertib, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan di antara kader.
Bagi mereka, hasil Musda nantinya harus menjadi titik konsolidasi, bukan justru memunculkan perpecahan baru di tubuh partai.
Dengan dukungan yang telah dideklarasikan, SOKSI Sulsel juga menegaskan kesiapan untuk mengawal proses hingga tuntas. Termasuk memastikan bahwa arah perjuangan partai tetap berada pada jalur yang diharapkan.
IAS kini berada di posisi yang semakin diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel. Dukungan dari organisasi pendiri menjadi tambahan energi politik yang tidak bisa diabaikan.
Pertarungan menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel pun dipastikan akan berlangsung dinamis. Setiap dukungan yang mengalir akan menjadi penentu arah peta kekuatan.
Pada akhirnya, publik menanti apakah konsolidasi yang diusung akan benar-benar melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Golkar Sulsel kembali dominan di panggung politik daerah.
Satu hal yang pasti, dengan dukungan resmi dari SOKSI, langkah Ilham Arief Sirajuddin menuju kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel kini semakin terbuka lebar.

