Site icon Trotoar.id

Wakil Bupati Barru Hadiri Penamatan Ribuan Santri TPA Se Kabupaten Barru

Trotoar.id

Wakil Bupati Barru A Bustan

BARRU,TROTOAR.ID — Ribuan suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di Masjid Agung Nurul Iman Barru, Kamis (25/6/2026).

Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi penamatan Al-Qur’an yang diikuti 1.410 santri dari berbagai Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) se-Kabupaten Barru.

Momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda penting perjalanan spiritual para santri yang telah menuntaskan bacaan kitab suci.

Di tengah suasana tersebut, Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, hadir memberikan dukungan sekaligus apresiasi kepada para santri, guru mengaji, dan orang tua.

Mengawali sambutannya, Abustan menyampaikan salam hormat dari Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, yang berhalangan hadir karena tengah menjalankan tugas di luar daerah.

Meski demikian, kehadiran pemerintah daerah tetap terasa melalui pesan yang dibawakan—bahwa pendidikan Al-Qur’an menjadi perhatian serius dalam pembangunan sumber daya manusia.

Bagi Abustan, penamatan Al-Qur’an memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan penamatan pendidikan lainnya.

“Di antara berbagai penamatan yang ada, penamatan Al-Qur’an adalah yang paling istimewa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan pedoman hidup yang akan menuntun manusia dalam menjalani kehidupan dunia hingga akhirat.

Dalam pandangannya, kedekatan anak-anak dengan Al-Qur’an sejak usia dini merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Karena itu, ia memberikan penghargaan khusus kepada para orang tua yang telah mengarahkan anak-anaknya untuk belajar dan mencintai Al-Qur’an.

“Membiasakan mereka dekat dengan Al-Qur’an sejak kecil merupakan investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada para guru mengaji dan pengurus TPA yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pendidikan keagamaan.

Menurut Abustan, dedikasi mereka yang tulus telah melahirkan generasi Qurani yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru mengaji,” katanya.

Ia pun berharap kesejahteraan para guru mengaji ke depan dapat semakin diperhatikan, seiring dengan besarnya peran yang mereka emban.

Lebih jauh, Abustan menilai keberadaan TPA dan majelis pengajian saat ini menjadi benteng moral di tengah berbagai tantangan zaman.

Di tengah arus globalisasi, pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman dinilai menjadi kunci dalam menjaga identitas dan akhlak generasi muda.

Menutup sambutannya, ia memberikan pesan khusus kepada para santri yang telah menamatkan Al-Qur’an.

Menurutnya, khatam Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam.

“Jangan berhenti belajar, teruslah membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Dr. H. Irman, berharap kegiatan penamatan Al-Qur’an dapat terus menjadi tradisi yang dilestarikan.

Ia menyebut, pelaksanaan khatam Al-Qur’an setiap Muharram menjadi pengingat akan tradisi keagamaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat.

Kegiatan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Asyura 10 Muharram 1448 Hijriah ini juga dihadiri berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat.

Mulai dari Forkopimda, Sekda, hingga jajaran Kementerian Agama dan organisasi keagamaan turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan bersama terhadap upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

Di tengah gema ayat-ayat suci yang dilantunkan para santri, harapan besar pun mengalir—bahwa dari Barru akan lahir generasi Qurani yang mampu membawa cahaya bagi masa depan daerah dan bangsa.

Exit mobile version