Site icon Trotoar.id

Wakil Wali Kota Makassar Tinjau Kesiapan Gunung Sari Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi 2026

IMG 20260626 WA0033

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memastikan kesiapan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, dalam menghadapi penjaringan Lomba Kelurahan Berprestasi 2026 dengan turun langsung meninjau berbagai titik penilaian, Jumat (26/6/2026).

Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek administrasi, tetapi juga kondisi lapangan.

Aliyah menyusuri sejumlah lokasi strategis, mulai dari Kantor Lurah, shelter warga, puskesmas, posyandu, kawasan urban farming, bank sampah, hingga rumah sehat yang menjadi inovasi unggulan kelurahan.

Perhatian khusus diberikan pada pengelolaan bank sampah. Di lokasi tersebut, ia melihat langsung berbagai hasil kreativitas warga dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis.

“Pengelolaan sampah seperti ini patut diapresiasi. Sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Inovasi berbasis masyarakat seperti ini harus terus didorong,” ujar Aliyah.

Ia menegaskan, seluruh indikator penilaian harus dipersiapkan secara maksimal, mulai dari kualitas pelayanan publik, kebersihan lingkungan, hingga tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Menurutnya, Lomba Kelurahan Berprestasi bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum untuk menunjukkan kualitas pelayanan pemerintah yang lahir dari kolaborasi dengan masyarakat.

“Ini adalah kesempatan memperlihatkan bagaimana sinergi antara pemerintah dan warga mampu menghadirkan lingkungan yang sehat, bersih, dan inovatif. Semangat gotong royong yang saya lihat hari ini menjadi kekuatan utama,” katanya.

Aliyah juga mengapresiasi kerja sama lintas perangkat daerah, jajaran Kecamatan Rappocini, serta Pemerintah Kelurahan Gunung Sari yang telah bahu-membahu mempersiapkan setiap tahapan penilaian.

Pemerintah Kota Makassar optimistis Kelurahan Gunung Sari mampu tampil maksimal dalam ajang tersebut sekaligus menjadi contoh keberhasilan pelayanan publik yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan berbasis kekuatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Exit mobile version