MAKASSAR, TROTOAR.ID — Peta dukungan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengalami pergeseran signifikan. Satu per satu Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II yang sebelumnya berada di barisan Munafri Arifuddin, kini berbalik arah.
Perubahan sikap tersebut mencuat setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menerbitkan surat diskresi yang belakangan disebut sebagai “surat sakti” bagi Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Surat diskresi itu dinilai menjadi faktor penentu yang mengubah konstelasi politik internal Golkar Sulsel.
Sejumlah pengurus daerah yang sebelumnya solid mendukung Munafri, mulai mengalihkan dukungan mereka kepada IAS.
Momentum konsolidasi dukungan itu terlihat dalam pertemuan yang digelar IAS di kediamannya di Jalan Gunung Baru Putih, Makassar.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah Ketua dan Sekretaris DPD II Partai Golkar.
Kehadiran para elite DPD II ini sekaligus menjadi sinyal kuat atas arah dukungan baru menjelang pelaksanaan Musda.
Mereka tidak hanya hadir, tetapi juga secara terbuka menyatakan dukungan kepada IAS.
Beberapa DPD II yang terkonfirmasi memberikan dukungan di antaranya berasal dari Kabupaten Soppeng yang dipimpin Andi Kaswadi Razak, serta Luwu Timur melalui Arifin.
Dukungan juga datang dari DPD II Barru di bawah kepemimpinan Rahman Pina, serta dari wilayah Toraja Utara yang diwakili Om Bassang.
Selain itu, DPD II Tana Toraja yang dipimpin Victor Datuan Batara turut menyatakan sikap serupa.
Kehadiran mereka memperkuat barisan pendukung IAS dari kawasan utara Sulawesi Selatan.
Tak hanya itu, dukungan juga mengalir dari DPD II Palopo melalui Rahmat B, serta DPD II Sinjai yang diwakili A. Kartini.
DPD II Pangkep yang dipimpin Ilham juga masuk dalam daftar daerah yang memberikan dukungan kepada IAS dalam pertemuan tersebut.
Sementara itu, sejumlah daerah lain diwakili oleh jajaran sekretaris, di antaranya DPD II Sidrap, Bulukumba, Maros, dan Parepare.
Kehadiran para sekretaris ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap IAS tidak hanya datang dari pucuk pimpinan, tetapi juga dari struktur organisasi di tingkat daerah.
Perubahan peta dukungan ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap dinamika Musda Golkar Sulsel.
IAS kini disebut-sebut memiliki peluang yang semakin terbuka untuk memimpin partai berlambang beringin tersebut.
Di sisi lain, pergeseran dukungan ini menjadi tantangan tersendiri bagi Munafri Arifuddin yang sebelumnya digadang-gadang memiliki basis dukungan kuat di DPD II.
Dengan dinamika yang terus berkembang, Musda Golkar Sulsel dipastikan akan berlangsung kompetitif dan penuh manuver politik.
Konsolidasi di tingkat DPD II menjadi kunci penentu arah kepemimpinan partai ke depan.

