Site icon Trotoar.id

Temui Warga di Luwu, Wagub Sulsel Tekankan Gizi Seimbang dan Pendampingan Anak untuk Cegah Stunting

6lKJ7D17HB6HRwDVngBSBWmRazv1LriG8d2dmFrO

Luwu, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui edukasi keluarga dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, pada kegiatan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kelurahan Sakti, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu Hj. Kurniah Patahudding, jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta para orang tua yang membawa balita.

Dalam kesempatan itu, Fatmawati menegaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar kondisi tubuh pendek, melainkan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang yang berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan.

“Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka kita harus memastikan anak-anak tumbuh sehat dan cerdas. Karena itu, pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kekurangan gizi, infeksi berulang, pola asuh, serta kondisi sanitasi dan lingkungan.

Oleh karena itu, orang tua diimbau segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan berulang.

Fatmawati juga mengingatkan pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang sesuai konsep “Isi Piringku”.

Kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral harus terpenuhi agar pertumbuhan anak berlangsung optimal.

“Anak membutuhkan asupan gizi lengkap. Makanan ringan tidak bisa menggantikan kebutuhan gizi utama,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak orang tua memanfaatkan media sosial secara bijak untuk memperoleh informasi kesehatan dari sumber yang kredibel, termasuk terkait pengasuhan anak dan pola hidup sehat.

Wagub juga mendorong orang tua yang memiliki anak stunting atau gizi kurang untuk rutin memanfaatkan layanan puskesmas guna memantau pertumbuhan dan mendapatkan pendampingan.

Ia menekankan pentingnya pendampingan intensif selama 56 hari melalui sinergi tenaga kesehatan, PKK, pemerintah daerah, dan keluarga.

Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan tambahan berupa susu melalui puskesmas bagi anak yang menunjukkan perkembangan positif selama masa pendampingan.

Ketua TP PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, mengapresiasi perhatian Pemprov Sulsel dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerahnya.

Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan pengasuhan anak sejak dini.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyerahkan bantuan bibit kepada pemerintah daerah dan masyarakat sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga.

Bantuan meliputi bibit cabai, 50 batang durian Musang King, 250 batang alpukat, 50 batang durian Black Thorn, serta bibit kelengkeng.

Melalui edukasi keluarga, pendampingan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan ketahanan pangan rumah tangga, Pemprov Sulsel berharap percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif guna melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Exit mobile version