Site icon Trotoar.id

Diskominfo Bulukumba Monev Website Desa, Dorong Transparansi dan Transformasi Digital

IMG 20260707 WA0089

BULUKUMBA, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba terus mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis digital.

Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bekerja sama dengan Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, digelar kegiatan pemetaan kebutuhan pembinaan sekaligus monitoring dan evaluasi (monev) pengelolaan website desa.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kahayya, Gedung Pinisi, Senin (6/7/2026), dan diikuti para operator website desa dari seluruh wilayah Kabupaten Bulukumba.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas PMD Bulukumba Asdar A. Bennu, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Andi Uke Indah Permatasari, Kepala Bidang Humas Andi Ayatullah Ahmad, serta difasilitasi oleh Muh Bayu Syafei dari IPDN.

Dalam laporannya, Kepala Bidang Humas Andi Ayatullah Ahmad menegaskan bahwa kegiatan monev ini bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel melalui optimalisasi website desa sebagai sarana informasi publik.

Sebanyak 109 website desa menjadi objek evaluasi dengan indikator utama tingkat keaktifan, kualitas konten, serta keberlanjutan pengelolaannya.

Hasilnya, sebanyak 50 website desa atau 46 persen dinyatakan aktif, 48 website (44 persen) kurang aktif, dan 11 website (10 persen) tidak aktif.

“Data ini menunjukkan masih adanya website desa yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan membutuhkan pendampingan lebih lanjut,” ujar Ayatullah.

Dari sisi produktivitas konten, lima desa dinobatkan sebagai pengelola website terbaik, yakni Desa Oro Gading, Desa Dwi Tiro, Desa Dampang, Desa Benteng Palioi, dan Desa Batulohe.

Penilaian tersebut didasarkan pada konsistensi publikasi berita, kelengkapan galeri kegiatan, penyampaian pengumuman, hingga penyediaan agenda pelayanan kepada masyarakat.

Namun demikian, tim evaluasi juga menemukan sejumlah kendala di lapangan, seperti tingginya pergantian operator website, keterbatasan jaringan internet, serta minimnya kemampuan aparatur desa dalam mengelola konten digital.

Sebagai langkah tindak lanjut, DPMD bersama Diskominfo merekomendasikan pelaksanaan bimbingan teknis dan coaching clinic secara berkala, khususnya bagi operator website desa yang baru.

Kepala Dinas PMD Bulukumba, Asdar A. Bennu, menegaskan bahwa website desa kini menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan publik.

“Website desa adalah wajah pemerintahan desa. Di sanalah transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme ditampilkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara DPMD dan Diskominfo dalam mendorong percepatan transformasi digital di tingkat desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, menilai digitalisasi desa merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Menurutnya, website desa dengan domain resmi desa.id harus dimaksimalkan sebagai etalase digital yang memuat informasi pembangunan, pelayanan administrasi, transparansi anggaran, hingga promosi potensi desa.

Ia juga memberikan apresiasi kepada desa-desa yang konsisten mengelola website, termasuk Kecamatan Ujungloe yang mencatat sebagian besar desanya berstatus aktif.

“Kami mengajak seluruh kepala desa dan operator untuk mengubah pola pikir. Jadikan website desa sebagai pusat informasi dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap seluruh desa semakin berkomitmen memanfaatkan website sebagai sarana pelayanan publik yang modern, transparan, dan mendukung percepatan transformasi digital hingga ke tingkat desa.

Exit mobile version