Site icon Trotoar.id

Di Bawah Kepemimpinan Appi, Makassar Jadi Rujukan Nasional Inovasi Pemerintahan

IMG 20260710 WA0045

Makassar, Trotoar.id — Di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin, Kota Makassar kian menegaskan posisinya sebagai daerah rujukan nasional dalam pengembangan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Hal ini terlihat dari meningkatnya minat pemerintah daerah lain untuk melakukan studi tiru dan menjalin kerja sama, salah satunya melalui kunjungan Pemerintah Kota Pekanbaru ke Makassar.

Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kota Pekanbaru di Balai Kota Makassar, Jumat (10/7/2026).

Kesepakatan itu ditandatangani langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, disaksikan jajaran perangkat daerah dari kedua belah pihak.

Dalam sambutannya, Agung mengungkapkan bahwa sebelum menghadiri agenda resmi, pihaknya sempat berkeliling Kota Makassar dan berdialog langsung dengan masyarakat.

“Hasil survei sederhana kami menunjukkan hampir 95 persen masyarakat puas dengan kepemimpinan Wali Kota Makassar,” ungkapnya.

Ia menilai berbagai inovasi yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar menjadi daya tarik utama bagi Pekanbaru untuk belajar, mulai dari tata kelola pemerintahan hingga pelayanan publik berbasis digital.

Menurutnya, Makassar juga berhasil menunjukkan kinerja fiskal yang baik dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi serta inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami datang dari Riau untuk belajar banyak hal, termasuk pengelolaan lingkungan, sistem perizinan digital, dan strategi pembangunan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan kerja sama ini bukan sekadar seremonial, melainkan ruang saling belajar antar daerah.

“Kami juga ingin belajar dari Pekanbaru. Kolaborasi ini harus memberi manfaat bagi kedua daerah,” kata Munafri.

Ia menjelaskan, Makassar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur didukung infrastruktur strategis seperti bandara dan pelabuhan internasional yang menjadi penggerak utama ekonomi kawasan.

Dari sisi pembangunan, Makassar mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,61 persen, tingkat pengangguran sekitar 9,6 persen, serta angka kemiskinan yang berhasil ditekan di kisaran 4,42 persen.

Munafri juga memaparkan sejumlah program unggulan, seperti Makassar Creative Hub yang berfokus pada pengembangan talenta muda melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, dan kolaborasi dengan dunia industri.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar memperkuat perlindungan sosial dengan membiayai iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi puluhan ribu pekerja rentan melalui APBD.

Transformasi digital juga menjadi prioritas, dengan integrasi ratusan layanan publik ke dalam satu platform Lontara+ atau Makassar Super Apps untuk memudahkan akses masyarakat.

Melalui kerja sama ini, kedua daerah sepakat memperkuat kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik, investasi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara Makassar dan Pekanbaru diharapkan mampu mempercepat inovasi, meningkatkan kemandirian fiskal, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Exit mobile version