Site icon Trotoar.id

Appi Blusukan ke Kerung-Kerung, Pastikan Air PDAM Tak Lagi “Hilang” di Keran Warga

IMG 20260714 WA0084

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali turun langsung ke lapangan untuk memastikan satu hal yang paling mendasar bagi warga: air bersih benar-benar mengalir, bukan sekadar janji dalam laporan.

Kawasan Lorong Kerung-Kerung, Kecamatan Makassar, yang sempat dilanda krisis air, menjadi titik yang ia datangi, Senin (13/7/2026).

Kunjungan ini bukan tanpa alasan. Selama berbulan-bulan, warga di kawasan tersebut mengeluhkan tersendatnya pasokan air PDAM masalah klasik yang kembali berulang saat musim kemarau.

Keluhan itu bahkan berdampak langsung pada aktivitas harian ratusan kepala keluarga.

Munafri menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya mengandalkan laporan administratif.

Ia ingin memastikan langsung kondisi di lapangan, melihat dengan mata kepala sendiri apakah perbaikan yang dilakukan benar-benar berdampak.

“Karena itu saya ke sini untuk memastikan, apakah setelah pembenahan, air sudah benar-benar mengalir ke rumah warga,” tegasnya.

Di tengah jadwal pemerintahan yang padat, Munafri memilih menyusuri lorong sempit hingga ke Lorong 12 Kerung-Kerung.

Bagi dia, pelayanan dasar seperti air bersih tidak bisa ditunda, apalagi diabaikan.

Tak sekadar meninjau dari luar, Munafri bahkan masuk ke rumah warga. Ia meminta izin untuk mengecek langsung keran air bahkan hingga ke dapur untuk memastikan apakah air benar-benar mengalir atau masih bermasalah.

Langkah ini menjadi simbol pendekatan langsung yang ia dorong dalam kepemimpinannya: memastikan kebijakan tidak berhenti di meja birokrasi, tetapi sampai ke titik paling konkret rumah warga.

“Hari ini saya lihat langsung. Alhamdulillah air sudah mengalir. Ini yang kita pastikan, setiap keluhan harus dituntaskan, bukan hanya dijawab di atas kertas,” ujarnya.

Sebelumnya, Perumda Air Minum Kota Makassar telah melakukan serangkaian perbaikan di kawasan tersebut.

Mulai dari injeksi air ke jaringan distribusi, pengiriman mobil tangki, hingga pembenahan sistem suplai untuk mengatasi gangguan yang berdampak pada sekitar 100 hingga 200 kepala keluarga.

Kepala Wilayah IV PDAM Makassar, Fitria Gasim, menjelaskan bahwa krisis air dipicu turunnya debit air baku yang masuk ke sistem distribusi kota.

Menurutnya, bulan lalu debit air hanya berada di kisaran 200 liter per detik jauh di bawah kebutuhan ideal yang mencapai 400 hingga 550 liter per detik.

Ketimpangan ini membuat sejumlah wilayah, termasuk Kerung-Kerung, mengalami gangguan serius.

“Kalau suplai normal, masyarakat bisa menikmati air maksimal. Tapi karena debit tidak stabil, wilayah ini ikut terdampak,” jelasnya.

Sebagai solusi, PDAM telah menyiapkan langkah jangka panjang. Perbaikan intake dan pompa pada sistem pipa yang dikelola pihak ketiga, PT Teraya, telah diselesaikan untuk memperkuat suplai.

Selain itu, pembangunan jalur pipa baru dari CPJ dan Somba Opu menuju wilayah utara mulai dilakukan sebagai alternatif distribusi tambahan untuk menjaga stabilitas pasokan.

Fitria memastikan, dengan rampungnya pekerjaan tersebut, distribusi air ke kawasan terdampak akan semakin stabil dan tidak lagi bergantung pada kondisi debit yang fluktuatif.

“Jika semua sistem ini berjalan optimal, suplai air akan jauh lebih stabil dan masyarakat tidak lagi mengalami krisis seperti sebelumnya,” tambahnya.

Bagi Munafri, persoalan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan dasar tidak boleh menunggu.

Ia menegaskan, setiap keluhan warga harus ditangani hingga tuntas, bukan sekadar direspons secara administratif.

Blusukan ke lorong sempit Kerung-Kerung pun menjadi pesan tegas: pemerintah harus hadir sampai ke titik paling bawah memastikan air benar-benar mengalir di keran, bukan hanya di laporan.

Exit mobile version