Site icon Trotoar.id

Pangdam Hasanuddin Silaturahmi di Warkop, Rayakan 26 Tahun Pernikahan dengan Bernyanyi Bersama

IMG 20260716 WA0028 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai silaturahmi yang digelar Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, bersama masyarakat di Warkop KopiZone, Makassar, Rabu (15/7/2026) malam.

Kegiatan santai tersebut dihadiri berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, aktivis mahasiswa, organisasi masyarakat (ormas), hingga jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.

Kehadiran Pangdam pun disambut antusias oleh para pengunjung warkop yang turut meramaikan suasana.

Dalam kesempatan itu, Pangdam menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi antara TNI dan seluruh komponen masyarakat sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

“Kebersamaan dan sinergitas, semangat pertemanan, persaudaraan, serta semangat menjaga Sulawesi Selatan tetap aman menjadi kunci agar investasi terus masuk,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa komunikasi yang cair dan terbuka seperti ini menjadi sarana efektif untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat persatuan.

Silaturahmi tersebut semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan 26 tahun pernikahan Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Dalam suasana penuh kebersamaan, ia turut menghibur para hadirin dengan bernyanyi bersama grup band lokal KPJ dan Aplus.

Salah satu lagu yang dibawakan adalah Kabar Damai, yang memiliki makna tersendiri bagi Pangdam.

Lagu tersebut mengingatkan pada momen ketika ia turun langsung ke jalan saat terjadi aksi unjuk rasa di Makassar, untuk mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan anarkis.

Para peserta yang hadir pun larut dalam suasana, ikut bernyanyi bersama dan menikmati kebersamaan yang tercipta.

Momen ini menjadi gambaran kedekatan antara pimpinan TNI dengan masyarakat dalam suasana yang santai dan humanis.

Kegiatan di Warkop Oke Zone ini sekaligus menunjukkan komitmen Kodam XIV Hasanuddin untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga persatuan dan keamanan di wilayah Sulawesi Selatan.

Melalui pendekatan yang lebih informal seperti ini, diharapkan hubungan antara aparat dan masyarakat semakin erat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, kondusif, dan harmonis.

Exit mobile version