Site icon Trotoar.id

Patarai Amir Serap Aspirasi Warga Sanggalea, Zonasi SMA hingga Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan

IMG 20260723 WA0051

Maros, Trotoar.id– Reses anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan bukan sekadar agenda formal untuk memenuhi kewajiban konstitusional. Bagi masyarakat, momentum tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Hal itu terlihat dalam Reses Masa Sidang III Tahun 2026/2027 yang digelar Anggota DPRD Sulsel, Andi Patarai Amir, di Lingkungan Sanggalea, Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Ratusan warga memadati lokasi reses dengan harapan aspirasi mereka dapat diperjuangkan di tingkat provinsi. Hadir pula Camat Turikale, Lurah Taroada, para Ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta tokoh perempuan yang turut memberikan masukan terkait kebutuhan pembangunan di wilayah tersebut.

Sejak awal kegiatan, suasana dialog berlangsung hangat. Warga secara bergantian menyampaikan persoalan yang mereka nilai mendesak, mulai dari sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga infrastruktur dasar yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Salah satu aspirasi datang dari Ikbal yang meminta pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penguatan Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, program-program tersebut harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh masyarakat Kecamatan Turikale.

Selain program pemberdayaan, isu pendidikan juga menjadi perhatian serius warga. Suryani menyoroti sistem zonasi penerimaan peserta didik tingkat SMA yang dinilai masih menyulitkan sebagian masyarakat untuk mengakses sekolah negeri.

Ia menilai kebijakan zonasi perlu dievaluasi agar lebih memberikan rasa keadilan, terutama bagi warga yang secara geografis berada dekat dengan sekolah namun tetap kesulitan memperoleh akses pendidikan karena terbentur aturan administratif.

Persoalan lain yang tak kalah penting disampaikan oleh Ramlah. Ia mengeluhkan kondisi sejumlah ruas jalan di Kecamatan Turikale yang rusak serta memiliki elevasi rendah, sehingga sering tergenang ketika musim hujan tiba.

Tak hanya jalan, warga juga menyoroti buruknya sistem drainase dan irigasi di beberapa titik.

Menurut mereka, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab banjir yang berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun perekonomian warga.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Patarai Amir menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sesuai kewenangan pemerintah provinsi.

Ia menilai reses merupakan sarana penting untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Reses merupakan wadah untuk mendengar langsung suara masyarakat. Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini, baik terkait pendidikan, infrastruktur, maupun program pemberdayaan masyarakat, akan kami kawal dan perjuangkan agar dapat menjadi perhatian pemerintah provinsi serta instansi terkait,” ujar Patarai Amir.

Politisi yang dikenal aktif turun ke masyarakat itu juga mengajak warga untuk terus berpartisipasi dalam mengawal pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting agar setiap kebijakan yang lahir benar-benar sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.

Reses Masa Sidang III ini pun menjadi momentum memperkuat hubungan antara wakil rakyat dan konstituennya.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, forum seperti ini menjadi jembatan agar suara masyarakat tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Maros dan Sulawesi Selatan.

Exit mobile version