Site icon Trotoar.id

Wabup Bulukumba Paparkan Inovasi Perlindungan Pekerja di Jamsostek Award Sulsel 2026, Dorong Universal Coverage Jamsostek

IMG 20260722 WA0063

MAKASSAR, Trotoar id – Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf memaparkan komitmen dan berbagai inovasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan pada tahapan wawancara Jamsostek Award Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel The Rinra Makassar, Rabu (22/7/2026), merupakan bagian dari proses penilaian pemerintah daerah yang dinilai berhasil mengembangkan program perlindungan tenaga kerja melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam sesi presentasi, Andi Edy Manaf didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba Andi Esfar Tenrisukki serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bulukumba Abrianto.

Di hadapan tim penilai, ia memaparkan berbagai kebijakan, strategi, dan capaian daerah dalam memperluas cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Edy Manaf menjelaskan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah diperkuat melalui sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Bupati Nomor 110 Tahun 2021 tentang Program Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, surat edaran mengenai kepesertaan tenaga non-ASN, perlindungan pekerja rentan melalui APBDes, hingga pengintegrasian program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ke dalam RPJMD Kabupaten Bulukumba Tahun 2025–2029.

Menurutnya, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan bagian penting dari visi pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan perekonomian yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Dengan adanya perlindungan sosial, para pekerja akan memiliki rasa aman sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga.

Dalam paparannya, Wakil Bupati juga menguraikan perkembangan capaian Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Bulukumba beserta strategi percepatan yang terus dilakukan pemerintah daerah.

Sasaran perlindungan tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja sektor informal, pelaku UMKM, jasa konstruksi, petani, nelayan, hingga kelompok pekerja rentan.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian tim penilai adalah kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama Baznas Kabupaten Bulukumba dalam memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membiayai kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi sekitar 3.000 pekerja keagamaan, seperti imam masjid, marbot, serta guru mengaji TPA dan TPQ.

Edy Manaf menjelaskan, skema tersebut akan terus dikembangkan agar manfaat perlindungan jaminan sosial dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk pekerja rentan dan warga miskin ekstrem yang selama ini belum memiliki perlindungan ketenagakerjaan.

Kami berkomitmen terus memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja melalui penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, serta inovasi pembiayaan agar semakin banyak pekerja di Bulukumba yang memperoleh jaminan sosial ketenagakerjaan,” ujar Edy Manaf.

Ia menambahkan, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

Dengan pekerja yang terlindungi, produktivitas akan meningkat, risiko sosial dapat ditekan, dan pertumbuhan ekonomi daerah menjadi lebih inklusif serta berkelanjutan.

Atas pemaparan serta wawancara yang disampaikan di hadapan tim penilai, Pemerintah Kabupaten Bulukumba berhasil meraih predikat Nominator Jamsostek Award 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi pemerintah daerah dalam memperluas perlindungan sosial bagi para pekerja serta mempercepat terwujudnya Universal Coverage Jamsostek di Kabupaten Bulukumba.

Exit mobile version