Site icon Trotoar.id

Gerindra Sulsel Buka Suara soal Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone: Hormati Proses Hukum, Sikap Partai Menunggu Fakta

66d9ac994f0b9

MAKASSAR, Trotoar.id – Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret nama Ketua DPRD Kabupaten Bone, Andi Tenri Walinonong, mulai mendapat perhatian dari internal Partai Gerindra.

Meski demikian, DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan memilih belum mengambil sikap dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Organisasi DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Harmansyah, menegaskan bahwa partainya masih mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Menurutnya, seluruh informasi yang beredar masih perlu didalami sebelum partai menentukan langkah organisasi terhadap kadernya tersebut.

“Kita masih menjunjung tinggi praduga tak bersalah. Kami juga akan mendalami informasi tersebut, dan biarlah dulu proses hukumnya berjalan, baru kita bisa memberikan respons,” ujar Hermansyah.

Pernyataan itu disampaikan menyusul mencuatnya laporan seorang staf perempuan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekretariat DPRD Bone yang mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan di lingkungan kantor DPRD Bone.

Kasus tersebut menyita perhatian publik setelah pengakuan korban berinisial Yuli beredar luas di media sosial.

Dalam keterangannya, korban mengaku mengalami dugaan pelemparan bosara berisi kue, disiram air, hingga dilempari botol sambal saat memenuhi panggilan di kantin DPRD Bone.

Merasa diperlakukan secara kasar dan direndahkan, korban kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polres Bone.

Sebagai partai politik yang menaungi Andi Tenri Walinonong, Gerindra Sulsel menegaskan tidak akan terburu-buru menyimpulkan perkara yang kini masih dalam proses penyelidikan.

Partai memilih menunggu perkembangan proses hukum sebelum memberikan penilaian maupun mengambil keputusan terhadap kadernya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Gerindra menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada aparat penegak hukum.

Di sisi lain, perhatian publik terhadap kasus ini terus meningkat karena melibatkan seorang pimpinan lembaga legislatif yang seharusnya menjadi teladan dalam menjaga etika, integritas, dan profesionalisme dalam lingkungan kerja.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong, belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan sejumlah media juga belum memperoleh tanggapan.

Sementara itu, penyidik Polres Bone masih menangani laporan yang diajukan korban dengan melakukan pengumpulan alat bukti, pemeriksaan saksi, serta memberikan kesempatan kepada seluruh pihak yang terkait untuk memberikan keterangan.

Exit mobile version