Pangkep, Trotoar.id – Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sofyan Syam, melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 di Pulau Saugi, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkep, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat kepulauan untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan yang selama ini dihadapi.
Sebagai wilayah kepulauan, masyarakat Pulau Saugi masih menghadapi sejumlah tantangan di sektor pelayanan dasar, khususnya kesehatan dan pendidikan.
Karena itu, warga memanfaatkan agenda reses untuk menyampaikan aspirasi yang diharapkan dapat diperjuangkan di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, legislator Partai Golkar tersebut menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan, mendengarkan persoalan masyarakat, sekaligus memastikan aspirasi warga menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
“Kabupaten Pangkep bukan hanya memiliki wilayah daratan, tetapi juga pegunungan dan kepulauan. Tentu banyak aspirasi warga kita di wilayah kepulauan yang harus kami dengarkan dan sampaikan kepada pemerintah provinsi,” ujar Sofyan Syam.
Kegiatan reses turut dihadiri Kepala Desa Mattiro Baji, H. Aburaera, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta ratusan warga Pulau Saugi yang antusias mengikuti dialog bersama wakil rakyat tersebut.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, Bidan Pustu Pulau Saugi, Suryani, menyoroti kondisi tenaga kesehatan di wilayah kepulauan.
Ia berharap pemerintah memberikan kepastian status bagi tenaga kesehatan yang masih berstatus PPPK paruh waktu agar dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Selain itu, Suryani juga mengusulkan peningkatan kesejahteraan kader kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di masyarakat.
Ia berharap fasilitas pelayanan kesehatan di Pulau Saugi juga mendapat perhatian, termasuk pengadaan pendingin ruangan (AC) untuk Puskesmas Pembantu (Pustu) agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih nyaman.
Di sektor pendidikan, Guru PAUD Ceria Bahari Pulau Sapuli, Maryama, menyampaikan perlunya peningkatan sarana pembelajaran bagi anak usia dini. Menurutnya, fasilitas yang memadai akan mendukung proses belajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan.
Ia mengusulkan bantuan permainan edukatif luar ruang, alat peraga pendidikan, serta pendingin ruangan di ruang belajar agar anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih nyaman.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sofyan Syam memastikan seluruh usulan masyarakat akan dibawa dan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD Provinsi Sulawesi Selatan sesuai dengan kewenangan pemerintah provinsi.
Menurutnya, pemerataan pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan.
Karena itu, kebutuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir akan terus menjadi perhatian dalam pembahasan program dan anggaran di DPRD Sulsel.
“Kami hadir untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua usulan kami catat dan akan kami perjuangkan sesuai mekanisme dan kewenangan yang ada,” tegas Sofyan Syam.
Melalui agenda reses tersebut, Sofyan berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan semakin kuat sehingga setiap persoalan yang dihadapi warga kepulauan dapat ditindaklanjuti menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pulau Saugi dan wilayah kepulauan lainnya di Kabupaten Pangkep.

