Site icon Trotoar.id

Sekda Jufri Rahman Paparkan Kinerja Ekonomi Sulsel, Pertumbuhan 6,88 Persen Lampaui Nasional

MAKASSAR, Trotoar.id – Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Sulsel tumbuh 6,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kuat membaiknya aktivitas ekonomi sekaligus efektivitas perluasan akses pembiayaan di daerah.

Capaian itu dipaparkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat mengikuti Virtual Assessment Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026, Selasa (28/7/2026).

Dalam paparannya, Jufri menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Sulsel ditopang oleh sejumlah sektor unggulan, terutama industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian.

Sementara itu, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Sulsel pada 2025 mencapai Rp78,75 juta, sedangkan gini ratio berada pada level 0,35, yang menunjukkan tren pemerataan ekonomi semakin membaik.

Pertumbuhan ekonomi Sulsel berada di atas nasional. PDRB terus meningkat setiap tahun, sementara gini ratio mengalami penurunan,” ujar Jufri.

Kinerja positif tersebut juga tercermin pada sektor perbankan. Hingga Desember 2025, total aset perbankan di Sulawesi Selatan mencapai Rp214,32 triliun, meningkat 5,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh menjadi Rp146,61 triliun atau naik 9,74 persen, sementara penyaluran kredit mencapai Rp172,92 triliun, meningkat 5,26 persen secara tahunan.

Jufri menjelaskan, sektor perbankan yang terus bertumbuh menjadi fondasi penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat, khususnya sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah.

Salah satu instrumen utama adalah penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 31 Desember 2025, realisasi KUR di Sulawesi Selatan mencapai Rp16,83 triliun kepada 283.989 debitur, atau setara 98,54 persen dari target penyaluran sebesar Rp17,08 triliun.

Dari total tersebut, sektor pertanian menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai sekitar Rp8,46 triliun, atau lebih dari 50 persen dari keseluruhan penyaluran KUR di Sulawesi Selatan.

Selain memperkuat pembiayaan melalui KUR, TPAKD Sulsel juga mengembangkan Program PHINISI sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan formal.

Program ini menyasar pelaku UMKM, pedagang, petani, dan nelayan agar tidak lagi bergantung pada praktik pinjaman berbunga tinggi atau rentenir.

Sepanjang 2025, Program PHINISI mencatat total plafon pembiayaan sebesar Rp31,38 triliun, atau mencapai 111,84 persen dari target yang ditetapkan. Jumlah rekening penerima manfaat juga mencapai 958.923 rekening, atau 110,61 persen dari target.

TPAKD Sulsel turut memperkuat pembiayaan berbasis klaster usaha melalui pengembangan ekosistem UMKM dari hulu hingga hilir.

Hingga akhir 2025, tercatat 1.611 klaster UMKM memperoleh dukungan pembiayaan dengan total 22.275 debitur dan nilai kredit mencapai Rp644,46 miliar.

Menurut Jufri, berbagai program tersebut merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama TPAKD untuk memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi produktif di berbagai sektor.

Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri jasa keuangan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan tetap berada di atas rata-rata nasional.

Atas berbagai inovasi dan capaian tersebut, TPAKD Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya berhasil meraih penghargaan Pelaksana Program TPAKD Terbaik pada TPAKD Award 2025.

Penghargaan itu menjadi bukti keberhasilan Sulsel dalam memperluas akses pembiayaan, meningkatkan inklusi keuangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata serta berkelanjutan.

Exit mobile version