MAKASSAR, Trotoar.id – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat inklusi dan literasi keuangan melalui berbagai program yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar, masyarakat desa, pelaku UMKM, lingkungan pesantren, hingga petani kakao.
Berbagai capaian tersebut dipaparkan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat mengikuti Virtual Assessment TPAKD Award 2026, Selasa (28/7/2026).
Menurut Jufri, strategi TPAKD Sulsel sepanjang 2025 dibangun melalui tiga pilar utama, yakni penguatan proteksi dan akses permodalan, percepatan transformasi digital, serta peningkatan literasi dan edukasi keuangan masyarakat.
Salah satu capaian yang menonjol adalah meningkatnya penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Hingga 2025, jumlah merchant QRIS di Sulawesi Selatan mencapai 1.319.115 merchant, atau tumbuh 41,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Akselerasi digital dan transformasi ekonomi pedesaan terus kami dorong. Saat ini lebih dari 1,3 juta merchant QRIS telah tersebar di Sulawesi Selatan dengan pertumbuhan mencapai 41,59 persen secara tahunan,” ujar Jufri.
Selain mempercepat digitalisasi, TPAKD Sulsel juga mengembangkan Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di lima desa sebagai upaya memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Penguatan ekonomi syariah juga menjadi fokus melalui program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS) dan SAKINAH.
Program tersebut berhasil melahirkan tujuh Agen Laku Pandai Pesantren, membuka 367 rekening tabungan syariah baru dengan total simpanan mencapai Rp8,46 miliar, serta menyalurkan pembiayaan syariah kepada 81 debitur senilai Rp24 miliar.
Di sektor pendidikan, TPAKD Sulsel memperkuat budaya menabung melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Hingga kini tercatat 2.032.203 rekening simpanan pelajar dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp336,43 miliar.
Sementara itu, melalui program GENCARKAN, TPAKD Sulsel memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat. Sepanjang tahun, sebanyak 1.414 kegiatan edukasi telah dilaksanakan dan menjangkau 1.269.443 peserta, terdiri atas pelajar, petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga penyandang disabilitas.
Upaya peningkatan literasi keuangan juga diperkuat melalui penyelenggaraan FinExpo Bulan Inklusi Keuangan yang berhasil menarik 23.425 pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp5,26 miliar hanya dalam dua hari pelaksanaan.
Tak hanya fokus pada edukasi, TPAKD Sulsel juga mengembangkan Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Komoditas Kakao sebagai salah satu program unggulan.
Program ini diarahkan untuk memperkuat akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kapasitas dan literasi keuangan petani kakao.
Jufri menjelaskan, Sulawesi Selatan merupakan salah satu sentra kakao nasional yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan dalam akses permodalan.
Melalui program tersebut, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani kakao mencapai Rp11,15 miliar, disertai sertifikasi terhadap 34 petani kakao.
Selain pembiayaan, TPAKD Sulsel juga memberikan pendampingan melalui pelatihan kepada 30 penyuluh pertanian dan 200 petani kakao di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur sebagai upaya meningkatkan kapasitas usaha dan produktivitas sektor perkebunan.
Menurut Jufri, keberhasilan memperluas akses keuangan tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, industri jasa keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Ia berharap sinergi tersebut terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.
Atas berbagai inovasi tersebut, TPAKD Provinsi Sulawesi Selatan sebelumnya berhasil meraih penghargaan Pelaksana Program TPAKD Terbaik pada TPAKD Award 2025.
Pada ajang yang sama, TPAKD Kabupaten Maros juga meraih penghargaan serupa, sementara TPAKD Kabupaten Bone dan Kabupaten Pangkep masuk dalam nominasi terbaik tingkat nasional.

