Site icon Trotoar.id

Hadiri Rakerkornas APINDO 2026, Bupati Andi Ina Ajak Pengusaha Garap Potensi Investasi Barru

IMG 20260805 WA0010 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari mengajak kalangan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi investasi di Kabupaten Barru.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja dan Koordinasi Nasional (Rakerkornas) XXXV APINDO di Hotel Claro Makassar, Selasa (4/8/2026).

Kehadiran Andi Ina dalam forum yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha dari berbagai daerah itu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Barru membangun kemitraan strategis guna mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi dan pengembangan sektor-sektor unggulan daerah.

Menurut Andi Ina, pembangunan ekonomi tidak dapat hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah. Peran dunia usaha menjadi faktor penting dalam menciptakan investasi, membuka lapangan kerja, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi itu tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita membutuhkan peran organisasi maupun lembaga lain, termasuk APINDO. Bagi saya, pertumbuhan ekonomi itu pasti ada APINDO di dalamnya, karena usaha tidak lepas dari para pengusaha,” ujar Andi Ina.

Ia berharap APINDO tidak hanya berperan sebagai organisasi pengusaha di tingkat nasional, tetapi juga aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, pendekatan langsung ke daerah akan membuka lebih banyak peluang investasi sesuai karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

“APINDO harus hadir ke daerah-daerah, membawa semangat kerja sama dan melihat langsung potensi yang dimiliki setiap daerah. Kami berharap APINDO bertransformasi dan menjemput bola untuk bersinergi dengan para kepala daerah dalam mengembangkan sektor usaha,” katanya.

Andi Ina memaparkan bahwa Kabupaten Barru memiliki berbagai sektor unggulan yang siap dikembangkan, mulai dari perkebunan, hortikultura, perikanan, kelautan, hingga pariwisata.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kopi Barru yang tumbuh di kawasan dataran tinggi dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk bernilai tambah.

Selain kopi, Kabupaten Barru juga dikenal sebagai daerah penghasil nanas madu. Namun, menurut Andi Ina, pengembangan komoditas tersebut masih didominasi sektor hulu sehingga diperlukan investasi untuk menghadirkan industri pengolahan atau hilirisasi agar nilai ekonominya meningkat.

“Kami berharap ada investor yang masuk sehingga hilirisasi bisa berjalan. Nantinya ada pabrik yang mengolah hasil nanas menjadi produk siap jual sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat,” jelasnya.

Di sektor kelautan, Barru memiliki garis pantai sepanjang sekitar 78 kilometer yang menyimpan potensi besar bagi pengembangan perikanan, ekonomi maritim, dan industri berbasis kelautan.

Potensi tersebut dinilai mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola secara optimal.

Bupati juga memperkenalkan konsep keunggulan Barru sebagai daerah yang memiliki bentang alam lengkap, mulai dari wilayah pegunungan, dataran, hingga pesisir.

Kondisi tersebut membuat Barru memiliki beragam sumber daya alam yang dapat dikembangkan secara terintegrasi.

“Barru itu tiga dimensi. Kami punya darat, laut, dan pegunungan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata semuanya tersedia,” ungkapnya.

Pada sektor pariwisata, Pemerintah Kabupaten Barru saat ini tengah mengembangkan kawasan wisata bahari Bojo melalui konsep Jimbaran Barru Lapakaka (JBL).

Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi unggulan Sulawesi Selatan yang mampu menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir.

Menutup keterangannya, Andi Ina menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan kunci mempercepat pembangunan daerah.

Ia berharap Rakerkornas APINDO menjadi pintu masuk lahirnya investasi baru di Barru sehingga potensi daerah dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Exit mobile version