Makassar, Tritoar.id – Langkah konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan memasuki fase akhir.
Setelah melalui serangkaian pembahasan intensif, tim formatur kini tinggal menyelesaikan sejumlah posisi strategis sebelum struktur lengkap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulsel dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk mendapatkan pengesahan.
Ketua Tim Formatur, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), memastikan penyusunan kepengurusan baru hampir mencapai garis finis.
Menurutnya, seluruh proses berjalan sesuai target dan akan segera dituntaskan dalam waktu dekat.
“Minggu depan kita akan rampungkan struktur, kemudian langsung diserahkan ke DPP untuk disahkan,” ujar Ilham Arief Sirajuddin.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa mesin politik Golkar Sulsel segera memasuki babak baru.
Setelah kepengurusan definitif terbentuk, fokus partai akan bergeser pada agenda konsolidasi internal hingga penguatan organisasi di seluruh kabupaten dan kota.
IAS mengungkapkan, hingga saat ini komposisi kepengurusan telah mencapai sekitar 80 persen.
Sisanya merupakan sejumlah posisi yang masih dibahas secara matang oleh tim formatur agar menghasilkan struktur yang solid dan mampu menjawab kebutuhan organisasi.
Menurutnya, penyusunan kepengurusan tidak hanya mempertimbangkan aspek representasi wilayah, tetapi juga kapasitas, pengalaman, loyalitas, serta kemampuan setiap kader dalam memperkuat kinerja partai ke depan.
Sejumlah nama masih menjadi bahan pembahasan dalam rapat-rapat formatur. Proses tersebut dilakukan secara cermat agar setiap keputusan yang diambil benar-benar mampu memperkuat soliditas internal dan menjaga keseimbangan berbagai elemen di tubuh Partai Golkar Sulawesi Selatan.
IAS menegaskan, target penyelesaian struktur tidak akan molor. Pekan depan seluruh komposisi kepengurusan ditargetkan selesai sehingga tidak ada lagi posisi yang kosong sebelum diajukan kepada DPP Partai Golkar.
Selain memastikan struktur yang kuat, Golkar Sulsel juga tetap berkomitmen menjalankan kebijakan afirmasi terhadap perempuan dalam kepengurusan partai. Hal itu menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang lebih inklusif dan representatif.
IAS menegaskan keterwakilan perempuan minimal 30 persen akan tetap dipenuhi dalam komposisi kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Ketentuan tersebut merupakan komitmen partai untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi kader perempuan dalam proses pengambilan keputusan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat kerja-kerja politik dan organisasi.
Karena itu, kehadiran kader perempuan bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan partai yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Rampungnya struktur kepengurusan juga menjadi momentum bagi Golkar Sulsel untuk mempercepat konsolidasi menghadapi berbagai agenda politik yang akan datang.
Kepengurusan baru diharapkan mampu menggerakkan seluruh potensi kader hingga ke tingkat akar rumput.
Dengan struktur yang definitif, roda organisasi akan berjalan lebih efektif. Program-program partai dapat segera dijalankan secara terukur, mulai dari penguatan kaderisasi, konsolidasi daerah, hingga penyusunan strategi politik menghadapi dinamika politik Sulawesi Selatan.
Bagi IAS, penyelesaian struktur bukan sekadar memenuhi tahapan organisasi. Lebih dari itu, kepengurusan baru diharapkan menjadi fondasi lahirnya Partai Golkar Sulawesi Selatan yang semakin solid, profesional, dan siap memenangkan berbagai kontestasi politik di masa mendatang.
Pekan depan menjadi penentu dari seluruh proses tersebut. Ketika struktur resmi disahkan DPP, Golkar Sulsel akan memasuki babak baru dengan kepengurusan yang diharapkan mampu menjaga persatuan internal sekaligus memperkuat posisi partai sebagai salah satu kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.

