Trotoar.id — Pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan memasuki fase baru. Skema Multi Years Project (MYP) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dinilai menjadi salah satu terobosan penting dalam memastikan proyek strategis tidak terhenti karena keterbatasan anggaran tahunan.
Inovasi tersebut mengantarkan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meraih detiktimur Awards 2026.
Penghargaan kategori Pembangunan Infrastruktur Terpadu dan Konektivitas Wilayah itu diterima Andi Sudirman dalam malam penganugerahan detiktimur Awards 2026 di Grand Ballroom The Trans Hotel Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada tokoh, pemerintah daerah, institusi, perguruan tinggi, BUMD, hingga korporasi yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia Timur.
Pemimpin Redaksi detikcom Ardhi Suryadhi mengatakan, penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi berbagai pihak yang menghadirkan inovasi dan dampak positif bagi masyarakat.
Infrastruktur menjadi salah satu sektor penting karena memiliki efek berantai terhadap aktivitas ekonomi, mobilitas, dan pemerataan pembangunan.
Kepala Biro detikSulsel Noval Dhwinuari Antony menjelaskan, Gubernur Sulsel mendapat penghargaan karena dinilai mampu menghadirkan terobosan dalam mempercepat pembangunan infrastruktur melalui MYP.
Skema tersebut memungkinkan proyek dirancang lebih matang dan dikerjakan lintas tahun sehingga keberlanjutan pembangunan lebih terjamin.
“Yang ingin kami highlight dari Pak Gubernur adalah kontribusi beliau dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan. Salah satu inovasi dan kontribusi besar beliau adalah menghadirkan program Multi Years Project (MYP), sehingga pembangunan infrastruktur dapat direncanakan secara matang dan dikerjakan lintas tahun,” ujar Noval.
Menurutnya, kepastian pembiayaan lintas tahun menjadi salah satu keunggulan MYP. Proyek jalan strategis yang sebelumnya berpotensi tersendat akibat keterbatasan penganggaran tahunan kini dapat dikerjakan dengan perencanaan yang lebih terukur dan kesinambungan pekerjaan yang lebih jelas.
Noval juga melihat pembangunan infrastruktur provinsi dapat menciptakan efek berantai.
Ketika jalan provinsi dibangun dan konektivitas diperkuat, pemerintah kabupaten dan kota maupun pemerintah pusat diharapkan ikut memperkuat jaringan infrastruktur di wilayah masing-masing sehingga terbentuk konektivitas yang saling menopang.
“Ketika pemerintah provinsi membangun jalan provinsi, diharapkan hal itu mendorong pemerintah kabupaten dan kota, bahkan pemerintah pusat, untuk bersama-sama memperkuat infrastruktur di wilayahnya masing-masing. Ada efek positif yang saling menguatkan,” katanya.
Secara keseluruhan, MYP menjadi salah satu kebijakan strategis Pemprov Sulsel dalam mempercepat pemerataan pembangunan.
Melalui kontrak tahun jamak periode 2025–2027, pemerintah provinsi mengalokasikan Rp3,7 triliun yang bersumber dari efisiensi APBD.
Dari anggaran tersebut, Rp2,5 triliun dialokasikan untuk penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan pada hampir 100 ruas yang tersebar di 24 kabupaten dan kota.
Pembangunan tersebut tidak berhenti pada jalan. MYP juga mencakup rehabilitasi jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian serta pembangunan rumah sakit regional untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Dengan cakupan itu, pembangunan infrastruktur diarahkan agar manfaatnya tidak hanya dirasakan melalui kelancaran transportasi, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi dan pelayanan dasar.
Penghargaan detiktimur Awards 2026 juga menjadi gambaran luasnya kontribusi berbagai pihak dari Sulawesi Selatan.
Sejumlah tokoh, pemerintah daerah, institusi dan perguruan tinggi turut menerima penghargaan, di antaranya Bank Sulselbar, Kabupaten Maros, Universitas Hasanuddin, Kabupaten Takalar, Kota Makassar dan Universitas Muslim Indonesia dalam berbagai kategori ekonomi, inovasi pembangunan dan pendidikan.
Sementara kategori figur akselerator kemajuan turut memberikan penghargaan kepada Rudianto Lallo, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, advokat senior Prof. Harris Arthur Hedar, serta Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras.
Rangkaian penghargaan tersebut menempatkan pembangunan Sulawesi Selatan sebagai kerja kolektif yang melibatkan pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat, dengan konektivitas sebagai salah satu fondasi penting untuk mendorong kemajuan kawasan Indonesia Timur.

