Site icon Trotoar.id

Lewat Program Ibu Berdaya, TP PKK Makassar Dorong UMKM Perempuan Naik Kelas dengan AI

IMG 20260811 WA0049

MAKASSAR, Trotoar.id — Teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai didorong menjadi alat strategis bagi pelaku UMKM perempuan di Kota Makassar untuk memperkuat promosi, kreativitas, hingga pengembangan usaha.

Dorongan tersebut dilakukan TP PKK Kota Makassar melalui program “Ibu Berdaya: Pemanfaatan Kecerdasan Artifisial untuk UMKM Perempuan” dengan tema “Belajar AI Praktis untuk Promosi, Kreativitas, dan Pengembangan Usaha.”

Program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar tersebut berlangsung pada 10–14 Agustus 2026 di Auditorium Gedung TP PKK Kota Makassar dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube TPFIPUNM.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi TP PKK Kota Makassar bersama BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM).

Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Munafri, melalui Sekretaris TP PKK Faridah Kadir, mengatakan pelatihan tersebut dirancang agar perempuan pelaku UMKM tidak hanya mengenal AI secara teori, tetapi mampu menggunakannya untuk kebutuhan usaha sehari-hari.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi AI dan digital, membuat konten promosi dengan AI, desain digital untuk UMKM, serta strategi pemasaran yang lebih kreatif. Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengenal AI, tetapi bisa langsung memanfaatkannya untuk usaha,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital harus dilihat sebagai peluang. AI dapat membantu pelaku usaha menghemat waktu sekaligus membuka lebih banyak ruang untuk berkreasi tanpa harus memiliki kemampuan khusus di bidang desain, penulisan maupun pemasaran.

Peserta diarahkan menggunakan AI untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang selama ini kerap menjadi kendala UMKM, mulai dari mencari ide promosi, membuat caption, menyusun materi pemasaran hingga menghasilkan konsep desain yang lebih menarik.

Pokja II TP PKK Kota Makassar, Dra. Andi Indrawaty, mengatakan metode praktik langsung dipilih karena sebagian peserta merupakan pelaku UMKM yang masih dalam tahap beradaptasi dengan teknologi digital.

Menurutnya, pendekatan praktik membuat peserta tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi langsung mencoba teknologi tersebut berdasarkan kebutuhan usaha masing-masing.

“Kalau hanya diberikan materi, mungkin ibu-ibu masih bingung. Jadi kita langsung praktik. Hari ini ibu-ibu belajar, langsung pegang dan mencoba sendiri. Kita ingin yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang tadinya tidak bisa menjadi bisa,” ujarnya.

Andi Indrawaty menilai keterbatasan kemampuan teknologi tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha.

Justru, dengan pendampingan yang tepat, AI dapat menjadi asisten bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan ide, menyusun promosi, membuat desain hingga mencari strategi pemasaran.

“Jangan takut dengan AI. AI ini bukan untuk menggantikan ibu-ibu dalam berusaha, tetapi membantu ibu-ibu. Misalnya mau membuat promosi, bingung menulis apa, kita bisa minta bantuan AI. Mau membuat desain, mencari ide konten, semuanya bisa kita pelajari,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Peserta diharapkan mampu membawa keterampilan yang diperoleh ke dalam aktivitas usaha masing-masing.

Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi teknologi yang dikenal, tetapi benar-benar digunakan untuk memperbaiki kualitas promosi, memperluas jangkauan pasar, memperkuat identitas produk dan meningkatkan daya saing UMKM perempuan Makassar.

Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah penyusunan prompt atau instruksi kepada AI.

Dosen Teknologi Pendidikan, Maenuddin Bustanil Syah, S.Pd., M.Pd., membimbing peserta memahami bagaimana memberikan perintah yang jelas dan spesifik agar AI dapat menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan usaha.

Kemampuan menyusun prompt dinilai penting karena kualitas hasil yang diberikan AI sangat bergantung pada bagaimana pengguna menyampaikan instruksi.

Dalam praktiknya, peserta diarahkan menggunakan AI untuk mengembangkan ide konten, menyusun narasi promosi, menentukan konsep desain, mengenali target pasar hingga menyusun strategi pemasaran.

Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi, tetapi mulai memahami cara mengarahkan AI sebagai alat bantu dalam pengelolaan usaha.

Kolaborasi dengan BASAibu Wiki-Sulsel dan Lab Teknologi Fakultas Ilmu Pendidikan UNM juga memperkuat proses pembelajaran. Peserta mendapatkan pendampingan untuk mencoba langsung berbagai fungsi AI yang relevan dengan kebutuhan UMKM.

Mulai dari mencari ide konten, menyusun prompt, membuat materi promosi, mendesain produk hingga mengembangkan strategi pemasaran dilakukan melalui praktik.

TP PKK Makassar melihat transformasi digital sebagai salah satu tantangan sekaligus peluang bagi UMKM perempuan.

Di tengah persaingan usaha yang semakin bergeser ke ruang digital, kemampuan membuat konten yang menarik, menyampaikan pesan produk secara efektif dan menjangkau konsumen menjadi bagian penting dari keberlangsungan usaha.

Karena itu, literasi AI tidak hanya dipandang sebagai kemampuan menggunakan teknologi baru, tetapi sebagai bagian dari penguatan kapasitas perempuan agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola bisnis.

Melalui program Ibu Berdaya, TP PKK Makassar berharap semakin banyak pelaku UMKM perempuan yang berani memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya mendorong perempuan tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga dan masyarakat melalui usaha yang lebih kreatif, adaptif dan berdaya saing.

Dengan keterampilan AI yang diperoleh melalui praktik langsung, pelaku UMKM diharapkan dapat bekerja lebih efisien, menghasilkan promosi yang lebih kreatif, memperluas pasar dan pada akhirnya meningkatkan peluang pertumbuhan usaha.

Bagi TP PKK Makassar, AI bukan pengganti peran perempuan dalam berusaha, melainkan alat yang dapat memperkuat kemampuan mereka untuk bekerja lebih cepat, kreatif dan kompetitif di tengah ekonomi digital.

Exit mobile version