Site icon Trotoar.id

Aliyah Dorong UMKM Makassar Merdeka Digital, AI Jadi Senjata Naik Kelas

IMG 20260814 WA0014 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id — Transformasi digital kini bukan lagi pilihan bagi pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kemampuan membangun identitas merek, memiliki kanal digital sendiri hingga memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menjadi kebutuhan untuk memenangkan persaingan pasar.

Pesan itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham membuka kegiatan Create Smarter with AI Batch III di Amphitheater Makassar Creative Hub (MCH) Losari, Jalan Penghibur, Makassar, Kamis (13/8/2026).

Mengusung tema “Merdeka Digital, Bangun Brand Profile & Website UMKM-Mu Sendiri”, kegiatan tersebut digelar STMIK Kharisma Makassar berkolaborasi dengan Withmi Automation dan Makassar Creative Hub.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan teknologi digital dan AI dalam mengembangkan bisnis.

Bagi Aliyah, kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa percepatan transformasi digital tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah.

Perguruan tinggi, industri teknologi, komunitas kreatif dan pelaku usaha harus berada dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami menyampaikan apresiasi kepada STMIK Kharisma Makassar, Withmi Automation, dan Makassar Creative Hub atas inisiatif dan kolaborasi yang sangat bernilai ini,” ujar Aliyah.

Menurutnya, persaingan usaha telah mengalami perubahan besar. Produk yang berkualitas saja tidak lagi cukup.

Pelaku UMKM juga harus mampu membangun brand yang kuat dan identitas digital yang profesional agar produknya mudah ditemukan, dipercaya, dan memiliki jangkauan pasar lebih luas.

“Pemilikan situs web resmi dan rekam jejak digital bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar agar UMKM lokal kita mampu bersaing secara adil di pasar regional, nasional, bahkan global,” jelasnya.

Konsep Merdeka Digital, kata Aliyah, harus dimaknai sebagai kemampuan pelaku UMKM mengelola aset digitalnya sendiri.

Tidak hanya bergantung pada platform pihak ketiga, tetapi mulai memahami bagaimana membangun profil bisnis, mengelola informasi produk, memperkuat identitas merek, hingga memiliki situs web sebagai rumah digital usahanya.

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, AI juga dinilai dapat menjadi alat strategis untuk membantu UMKM bekerja lebih efisien.

Aliyah menyebut AI dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan bisnis, mulai dari mencari ide, mengembangkan identitas visual, menyusun materi promosi, membuat konten pemasaran hingga membantu proses pengembangan situs web.

Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tidak boleh diposisikan sebagai pengganti manusia.

“Pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan memperkuat kapasitas, mempercepat inovasi, dan meningkatkan daya saing para pelaku UMKM kita,” tegasnya.

Menurut Aliyah, kemampuan memanfaatkan AI secara tepat justru dapat menjadi pembeda bagi UMKM Makassar.

Pelaku usaha yang mampu menggabungkan kreativitas manusia dengan efisiensi teknologi akan memiliki peluang lebih besar untuk bergerak cepat mengikuti perubahan pasar.

Karena itu, pelatihan seperti Create Smarter with AI dinilai penting. Bukan hanya memperkenalkan teknologi, tetapi mendorong peserta untuk langsung mempraktikkannya dalam kebutuhan bisnis masing-masing.

Aliyah mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal. Ilmu yang diperoleh, kata dia, harus segera diterjemahkan menjadi karya dan perubahan nyata dalam cara mengelola usaha.

“Jadikan ilmu yang didapatkan sebagai modal utama dalam mentransformasi cara Anda berbisnis menjadi lebih modern, responsif, dan profesional,” pesannya.

Bagi Pemerintah Kota Makassar, penguatan UMKM berbasis digital juga berkaitan langsung dengan pembangunan ekonomi daerah.

Semakin banyak UMKM yang mampu beradaptasi dengan teknologi, semakin besar pula peluang terbukanya pasar, lapangan kerja dan sumber-sumber ekonomi baru.

Pemkot Makassar, lanjut Aliyah, terus mendorong terciptanya ekosistem ekonomi kreatif dan digital yang kondusif serta inklusif.

Penguatan literasi digital, infrastruktur telekomunikasi dan pendampingan terhadap UMKM menjadi bagian dari upaya agar transformasi teknologi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

“Kami percaya bahwa ketika UMKM tumbuh cerdas berbasis teknologi, perekonomian daerah akan semakin kokoh, lapangan kerja baru akan terbuka, dan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar akan meningkat,” tuturnya.

Kolaborasi STMIK Kharisma Makassar, Withmi Automation dan Makassar Creative Hub juga dinilai memperlihatkan model sinergi yang dibutuhkan dalam menghadapi era digital.

Perguruan tinggi dapat menghadirkan pengetahuan dan riset, industri menyediakan teknologi dan solusi praktis, sementara komunitas kreatif menjadi ruang tumbuh bagi pelaku usaha.

Pemerintah kemudian berperan menciptakan kebijakan dan ekosistem yang memungkinkan seluruh potensi tersebut berkembang.

Aliyah menegaskan Pemerintah Kota Makassar terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ekonomi berbasis kreativitas dan teknologi.

Ia berharap program serupa tidak berhenti pada Batch III, tetapi terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelaku UMKM di berbagai wilayah Kota Makassar.

“Semoga kerja sama yang harmonis antara STMIK Kharisma Makassar, Withmi Automation, dan Makassar Creative Hub ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga-lembaga lain untuk turut berkontribusi aktif dalam membangun sumber daya manusia Makassar yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.

Turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar Muhammad Roem.

Pada akhirnya, “Merdeka Digital” bukan sekadar slogan dalam pelatihan teknologi. Bagi UMKM Makassar, kemandirian digital menjadi tantangan baru mampu mengubah teknologi dari sekadar alat bantu menjadi kekuatan untuk membangun merek, memperluas pasar dan membawa usaha lokal naik kelas.

Exit mobile version