Site icon Trotoar.id

IAS Batasi Usia Pengurus Perempuan Golkar Sulsel, 80 Kader Muda Disiapkan Isi Struktur Baru

IMG 20220530 WA0064 1536x1023 1

MAKASSAR, Trotoar.id — Kepemimpinan baru Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah komando Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai memperlihatkan wajah yang berbeda. Bukan hanya soal jumlah pengurus, tetapi juga komposisi usia dan keterwakilan perempuan.

IAS menyebut struktur kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031 tidak akan gemuk. 

Dari rancangan yang tengah disusun, jumlah pengurus diperkirakan hanya sekitar 260 orang atau tidak sampai 300 orang.

Hal itu disampaikan IAS saat menggelar makan siang bersama sejumlah awak media di salah satu hotel berbintang di Kota Makassar.

“Untuk kepengurusan kali ini jumlahnya hampir 300, kalau tidak salah 260 orang,” kata IAS.

Di balik jumlah tersebut, IAS menyiapkan komposisi yang menurutnya menjadi salah satu pembeda dalam struktur kepengurusan baru, yakni memperkuat keterwakilan perempuan sekaligus memberi ruang lebih besar kepada kader-kader muda.

Sekitar 30 persen dari total kepengurusan akan diisi perempuan. Jika struktur tersebut berjumlah sekitar 260 orang, maka terdapat sekitar 80 perempuan yang diproyeksikan masuk dalam skuad kepengurusan Golkar Sulsel periode 2026–2031.

Namun, IAS tidak sekedar mengejar angka keterwakilan. Ia juga menetapkan batas usia bagi kader perempuan yang akan masuk dalam struktur kepengurusan.

“Iya, saya batasi usia untuk kepengurusan dan keterwakilan perempuan dalam kepengurusan, di bawah usia 50 tahun. Saya juga melihat tuntutan zaman,” ujar IAS.

Kebijakan tersebut menunjukkan keinginan IAS melakukan regenerasi di tubuh Golkar Sulsel. 

Struktur baru tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan roda organisasi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi yang lebih muda untuk mengambil peran dalam perjalanan politik partai.

Bagi IAS, perubahan zaman menuntut partai politik tidak berhenti pada pola lama. Golkar membutuhkan kader yang mampu mengikuti perkembangan masyarakat, membaca perubahan perilaku pemilih, serta memahami tantangan politik yang semakin dinamis.

Karena itu, kader-kader muda menjadi salah satu sasaran utama dalam proses rekrutmen kepengurusan baru. Il

IAS mengaku membuka ruang bagi anak-anak muda untuk masuk dan mengambil bagian dalam organisasi partai.

Khusus kader perempuan, IAS menyebut proses rekrutmen juga dilakukan melalui organisasi-organisasi sayap yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem Partai Golkar.

Golkar memang memiliki sejumlah organisasi sayap yang menjadi ruang pembinaan dan penghimpunan kader muda. 

Jalur tersebut akan dimanfaatkan untuk menjaring kader-kader potensial yang dianggap mampu memperkuat struktur partai.

“Kita merekrut kader-kader muda Partai Golkar, khususnya perempuan, bergabung dengan Golkar. Kita punya organisasi sayap yang menghimpun anak-anak muda dan itu kita minta melalui jalur organisasi,” jelasnya.

Langkah tersebut sekaligus memberi sinyal bahwa IAS ingin membangun struktur Golkar Sulsel dengan kombinasi pengalaman dan energi generasi baru. 

Para senior tetap memiliki ruang berdasarkan kapasitas dan pengalaman, sementara kader muda didorong untuk mulai mengambil posisi strategis dalam organisasi.

Bagi partai sebesar Golkar, regenerasi bukan sekadar persoalan mengganti wajah lama dengan wajah baru. Regenerasi adalah upaya memastikan mesin organisasi tetap berjalan ketika lanskap politik terus berubah.

Dengan sekitar 260 pengurus dan target keterwakilan perempuan sekitar 30 persen, IAS sedang mencoba membangun struktur yang lebih ramping sekaligus lebih representatif. 

Batas usia di bawah 50 tahun untuk kader perempuan menjadi salah satu instrumen untuk memastikan wajah baru tersebut benar-benar membawa energi generasi baru.

Struktur DPD I Golkar Sulsel periode 2026–2031 pun perlahan mulai mendapatkan bentuk. 

Setelah roadshow ke sejumlah daerah untuk membangkitkan kembali semangat kader, IAS kini menyiapkan mesin organisasi yang akan menjadi tulang punggung kepemimpinannya.

Di balik angka 260 pengurus, ada agenda yang lebih besar: menjadikan regenerasi sebagai wajah baru Golkar Sulsel dan memastikan partai tetap relevan menghadapi tuntutan zaman.

Exit mobile version