Site icon Trotoar.id

IAS Beberkan Bursa Sekretaris Golkar Sulsel, Enam Nama Masuk Radar

IMG 20260809 WA0022

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), mulai membuka susunan puzzle kepengurusan baru Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031.

IAS membeberkan enam nama yang masuk dalam bursa calon Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel.

Mereka adalah Armin Mustamin Toputiri, Arfandi Idris, Rahman Pina, Patarai Amir, Zulkarnain Latif, dan satu-satunya nama perempuan, Sittiara Kinang.

Keenam nama tersebut belum otomatis menjadi sekretaris. IAS menegaskan, seluruh kandidat masih akan melalui proses konsultasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sebelum struktur kepengurusan definitif disahkan.

“Enam nama ini kita konsultasikan dulu di DPP sebelum kita difinalisasikan dan menyerahkan ke DPP untuk disahkan,” kata IAS.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam penyusunan kepengurusan Golkar Sulsel periode 2026–2031. 

IAS tampaknya tidak ingin terburu-buru menetapkan posisi strategis sebelum mendapatkan pertimbangan dan persetujuan dari DPP Partai Golkar.

Posisi sekretaris sendiri memiliki peran krusial dalam kerja organisasi partai. Sekretaris bukan hanya menjadi penggerak administrasi, tetapi juga salah satu figur penting yang akan mendampingi ketua dalam mengkonsolidasikan struktur Golkar Sulsel hingga ke tingkat kabupaten dan kota.

Karena itu, munculnya enam nama tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa IAS memiliki sejumlah opsi untuk mengisi posisi strategis tersebut. 

Nama-nama yang masuk bursa berasal dari latar belakang dan pengalaman politik yang berbeda, sehingga keputusan akhir akan menjadi salah satu penentu wajah baru Golkar Sulsel lima tahun ke depan.

Menariknya, dari enam kandidat tersebut terdapat satu nama perempuan, Sittiara Kinang. Kehadiran nama tersebut memperlihatkan adanya opsi keterwakilan perempuan dalam jajaran elite struktural Golkar Sulsel.

Selain posisi sekretaris, IAS juga mulai membuka kandidat yang dipersiapkan untuk menduduki posisi bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel.

Untuk posisi tersebut, terdapat dua nama yang akan dikonsultasikan ke DPP, yakni Usman Marham dan Amirullah Nur, yang disebut sebagai eks kader Partai Demokrat.

“Untuk bendahara ada dua nama, Usman Marham dan Amirullah Nur,” ujar IAS.

Dengan demikian, sedikitnya delapan nama telah muncul dalam radar awal penyusunan struktur inti DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031. Namun, seluruh nama tersebut masih berada dalam tahap konsultasi dan belum menjadi keputusan final.

Langkah IAS mengkonsultasikan nama-nama tersebut ke DPP menunjukkan bahwa penyusunan kepengurusan baru Golkar Sulsel tidak hanya menjadi keputusan personal ketua terpilih. 

Ada proses komunikasi dan persetujuan organisasi yang harus dilalui sebelum struktur tersebut resmi ditetapkan.

Di sisi lain, susunan sekretaris dan bendahara akan menjadi bagian penting dari konsolidasi awal kepemimpinan IAS. 

Setelah sebelumnya melakukan roadshow ke sejumlah kabupaten dan kota untuk menyapa kader, IAS kini menghadapi pekerjaan berikutnya: membangun struktur yang mampu menerjemahkan semangat konsolidasi tersebut menjadi kerja politik nyata.

Nama-nama yang kini beredar masih dapat berubah sebelum keputusan final keluar dari DPP. 

Namun satu hal sudah mulai terlihat: formasi baru Golkar Sulsel periode 2026–2031 perlahan mulai terbuka, dan posisi-posisi strategis di dalamnya tengah diperebutkan oleh sejumlah figur berpengalaman.

Exit mobile version