MAKASSAR, Trotoar.id — Perebutan posisi strategis dalam struktur baru DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai mengerucut.
Dua nama disebut masuk dalam bursa calon Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel periode 2026–2031, yakni Ketua DPD II Partai Golkar Pinrang Usman Marham dan mantan Ketua Partai Demokrat Kabupaten Maros Amirullah Nur.
Keduanya disebut oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), sebagai kandidat yang akan dipertimbangkan untuk menduduki posisi bendahara dalam kepengurusan baru Golkar Sulsel.
Hal tersebut disampaikan IAS saat berbincang dan makan siang bersama sejumlah awak media di salah satu hotel berbintang di Kota Makassar.
“Calon bendahara ada dua nama, Usman Marham dan Amirullah Nur,” kata IAS.
Meski telah mengerucut menjadi dua nama, IAS menegaskan keputusan akhir belum ditetapkan.
Kedua kandidat tersebut masih akan dikonsultasikan dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar sebelum struktur kepengurusan periode 2026–2031 diserahkan untuk disahkan.
IAS mengatakan dirinya memiliki kewenangan dalam menyusun kepengurusan, namun proses konsultasi dengan DPP tetap menjadi bagian penting sebelum struktur definitif ditetapkan.
“Semua keputusan di saya ji, tetapi kita mau konsultasikan dulu ke DPP, baru kita serahkan usulan pengurus untuk disahkan dan ditetapkan,” ujar IAS.
Perebutan posisi bendahara ini menjadi salah satu bagian dari proses penyusunan mesin baru Golkar Sulsel di bawah kepemimpinan IAS.
Posisi tersebut dinilai strategis karena berkaitan dengan pengelolaan organisasi sekaligus menopang kerja politik partai dalam lima tahun mendatang.
IAS mengungkapkan, penyusunan struktur kepengurusan Golkar Sulsel saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Tahapan yang tersisa tinggal melakukan penyesuaian sekaligus memastikan setiap posisi ditempati figur yang dianggap tepat.
“Struktur partai saat ini sudah rampung 80 persen,” kata IAS.
Menurutnya, penyusunan struktur tidak dilakukan secara terburu-buru. Ia mengaku melakukan seleksi secara ketat agar orang-orang yang masuk dalam jajaran kepengurusan benar-benar memiliki kapasitas dan proses politik di dalam partai.
IAS tampaknya ingin menghindari pola lama, ketika orang yang belum banyak berproses di dalam organisasi bisa langsung mendapatkan posisi dalam struktur partai.
Karena itu, pengalaman, proses kaderisasi, kemampuan bekerja, serta kebutuhan organisasi menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa saja yang akan masuk dalam kepengurusan Golkar Sulsel periode 2026–2031.
Ia menegaskan, struktur baru yang sedang disiapkan harus diisi orang-orang yang tepat. Bukan sekadar memenuhi komposisi organisasi, tetapi juga mampu menjalankan fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda konsolidasi IAS setelah terpilih memimpin Golkar Sulsel.
Sebelumnya, IAS juga melakukan roadshow ke sejumlah daerah untuk menemui kader dan menyerap langsung aspirasi dari tingkat kabupaten dan kota.
Kini, setelah menyapa kader di daerah, IAS mulai merapikan mesin organisasi di tingkat provinsi. Nama calon sekretaris telah muncul, begitu pula dua kandidat bendahara.
Jika proses konsultasi dengan DPP berjalan sesuai rencana, susunan kepengurusan baru Golkar Sulsel periode 2026–2031 akan segera memasuki tahap finalisasi.
Namun untuk posisi bendahara, persaingan kini tinggal menyisakan dua nama: Usman Marham atau Amirullah Nur.
Siapa yang akhirnya dipercaya memegang kendali keuangan organisasi akan menjadi salah satu keputusan penting IAS dalam membentuk timnya.
Sebab, di balik struktur yang diklaim telah mencapai 80 persen itu, IAS sedang membangun fondasi kepemimpinan baru Golkar Sulsel dengan satu prinsip orang yang duduk dalam struktur harus benar-benar siap bekerja dan memiliki proses di dalam partai.

