Site icon Trotoar.id

Dari Lapangan Karebosi, Melinda Aksa Titip Pesan: Kemerdekaan Dimulai dari Keluarga

IMG 20260817 WA0056 scaled

MAKASSAR, Trotoar.id Merah Putih berkibar perlahan di langit Lapangan Karebosi, Senin (17/8/2026) pagi. Ribuan peserta upacara berdiri tegak mengikuti detik-detik peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di antara jajaran tamu undangan dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tampak Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, hadir mendampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin.

Mengenakan kebaya berwarna merah, Melinda mengikuti seluruh rangkaian upacara yang berlangsung khidmat.

Warna yang dikenakannya seolah menyatu dengan suasana peringatan kemerdekaan penuh semangat, penghormatan, dan harapan terhadap masa depan bangsa.

Namun, bagi Melinda, kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah perjuangan para pahlawan.

Kemerdekaan juga berbicara tentang bagaimana generasi hari ini mempersiapkan masa depan Indonesia, dimulai dari lingkungan yang paling dekat: keluarga.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menurutnya, menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan bangsa sekaligus memperkuat komitmen membangun generasi yang lebih sehat, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan.

“Di usia baru Indonesia ini, harapan saya semoga Indonesia semakin maju, semakin kuat, masyarakatnya semakin sejahtera, dan kita semua bisa terus menjaga persatuan serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” ujar Melinda.

Di tengah berbagai tantangan zaman, keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus.

Dari keluarga, anak-anak belajar tentang nilai kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab, disiplin, hingga kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Karena itu, Melinda menegaskan bahwa Tim Penggerak PKK Kota Makassar akan terus mengambil peran melalui berbagai program pemberdayaan keluarga.

Program-program tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang sehat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

“Kami dari TP PKK Kota Makassar akan terus berkomitmen melalui berbagai program pemberdayaan keluarga agar generasi penerus kita tumbuh sehat, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan,” katanya.

Bagi Melinda, semangat kemerdekaan tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar.

Ia dapat hadir dalam keseharian: orang tua yang mendampingi pendidikan anak, keluarga yang menjaga kesehatan bersama, lingkungan yang menanamkan nilai gotong royong, hingga masyarakat yang saling mendukung untuk tumbuh dan berkembang.

Karena itu, keluarga menjadi ruang pertama untuk menanamkan nilai-nilai yang kelak akan menentukan arah perjalanan bangsa.

Pesan tersebut sejalan dengan pandangan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Dan yang paling penting bagaimana kita bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan baik. Artinya, melaksanakan proses-proses pembangunan,” kata Munafri.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk terus hadir sebagai pelayan masyarakat dan memastikan pembangunan mampu meningkatkan kesejahteraan warga.

“Pemerintah terus harus berfungsi sebagai pelayan masyarakat, punya cita-cita untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di Kota Makassar ini,” lanjutnya.

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Karebosi diikuti jajaran Pemerintah Kota Makassar, unsur Forkopimda, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Setelah mengikuti upacara, Melinda Aksa juga mendampingi Wali Kota Makassar dalam rangkaian agenda peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Namun, di balik seluruh rangkaian seremoni itu, ada pesan yang ingin terus dijaga.

Bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, melainkan tentang menyiapkan masa depan.

Dan masa depan itu, menurut Melinda Aksa, dimulai dari keluarga yang kuat, anak-anak yang sehat, serta generasi yang tumbuh dengan karakter, semangat persatuan, dan kecintaan terhadap Indonesia.

Sebab pada akhirnya, Indonesia yang maju tidak hanya dibangun oleh infrastruktur dan teknologi.

Ia juga dibangun oleh keluarga-keluarga yang mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan siap melanjutkan perjalanan bangsa menuju masa depan yang lebih baik.

Exit mobile version