BARRU, Trotoar.id— Dentang peringatan kemerdekaan di Kabupaten Barru, Senin (17/8/2026), bukan sekadar rangkaian upacara tahunan.
Di Lapangan Sepak Bola Sumpang Binangae, Kecamatan Barru, Sang Merah Putih berkibar membawa cerita tentang pengabdian, cita-cita generasi muda, hingga kesempatan kedua bagi warga binaan.
Upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Barru berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara IPDA Muhammad Fauzi Nur Alifka, dipercaya menjadi Komandan Upacara.
Tepat pukul 09.58 WITA, bunyi sirene selama 60 detik menandai dimulainya prosesi. Sejenak, seluruh peserta upacara terdiam dalam suasana khidmat, sebelum rangkaian penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dilanjutkan.
Ketua DPRD Kabupaten Barru, Syamsuddin Muhiddin, membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara doa dipimpin Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Irman,
Namun, perhatian peserta kemudian tertuju kepada barisan Paskibraka Kabupaten Barru.
Dengan langkah tegap dan gerakan yang terukur, Paskibraka Barru menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih.
Di antara mereka ada Arina, siswi SMA Negeri 1 Barru yang dipercaya membawa baki bendera.
Lahir di Garessi, 18 Februari 2010, Arina merupakan putri pasangan Jamaluddin dan Erni. Di usianya yang masih muda, ia telah menyimpan cita-cita untuk menjadi reporter atau pembawa berita.
Hari itu, ia tidak berdiri di depan kamera sebagai reporter. Ia justru berada di tengah lapangan, memegang amanah membawa simbol negara dalam prosesi paling sakral pada upacara kemerdekaan.
Di sisi lain, Muhammad Yusuf A., siswa SMA Negeri 1 Barru, dipercaya menjadi Komandan Pleton 17. Pemuda kelahiran Barru, 2 Mei 2010, putra pasangan Alamsyah Abdi dan Katrina tersebut bercita-cita menjadi anggota TNI Angkatan Laut.
Tiga pengibar bendera juga menjalankan tugasnya dengan penuh konsentrasi.
M. Aditya Saputra bertugas sebagai Pengibar Kanan. Siswa SMA Negeri 1 Barru kelahiran Barru, 21 Juli 2009 itu bercita-cita menjadi anggota TNI Angkatan Udara.
Sementara Ibnu Syahril Mubarak, siswa Madrasah Aliyah Putra DDI Mangkoso, bertugas sebagai Pengibar Tengah. Pemuda kelahiran Parepare, 31 Agustus 2009 itu menyimpan cita-cita menjadi dosen.
Adapun posisi Pengibar Kiri dipercayakan kepada Muhammad Fatih Athallah R., siswa SMA Negeri 1 Barru kelahiran Sidrap, 25 September 2009. Putra pasangan Rahmat Sukarata, S.Kom., dan Syahriana, S.T., M.H. itu bercita-cita menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Lima anak muda tersebut menjadi gambaran bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada kisah perjuangan masa lalu. Kemerdekaan juga tentang memberi ruang bagi generasi berikutnya untuk bermimpi dan menentukan masa depannya.
Di balik kesuksesan pengibaran bendera, terdapat latihan panjang, disiplin, dan kerja sama antara Paskibraka, TNI, dan Polri.
Prosesi pengibaran dipimpin Iptu Asmadil, S.H., KBO Sat Intelkam Polres Barru, dengan pelatih Peltu Takwa, Babinsa Desa Palakka sekaligus lulusan Secaba Reguler Infanteri Tahun 1999.
Pasukan pengapit juga diperkuat personel TNI dan Polri.
Serda Rahmat, Babinsa Desa Pao-Pao, Kecamatan Tanete Rilau, bertugas sebagai Pengapit Depan Kanan. Sementara Sertu Mansyur, Batimin Koramil 1405-086 Barru, menjadi Pengapit Depan Kiri.
Adapun Pengapit Kanan Belakang dipercayakan kepada Bripda M. Rifky Maulana Marwan, Bintara Bagian SDM Polres Barru. Sedangkan Pengapit Kiri Belakang dijalankan Bripda M. Rayhant Dwi Putra, Bintara Satuan Lalu Lintas Polres Barru.
Ketika Sang Merah Putih akhirnya berkibar di tiang tertinggi, seluruh rangkaian latihan panjang itu menemukan puncaknya.
Bendera bukan sekadar kain merah dan putih yang dinaikkan ke angkasa. Ia menjadi simbol pengorbanan para pahlawan sekaligus pengingat bahwa generasi hari ini memiliki tugas untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan.
Cerita kemerdekaan di Barru belum berhenti setelah bendera berkibar.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian Remisi Umum Tahun 2026 dan Pengurangan Masa Pidana Umum Tahun 2026 kepada warga binaan Rutan Kelas IIB Barru.
Penyerahan dilakukan Kepala Rutan Barru Hardiman
Momentum tersebut memperlihatkan sisi lain dari kemerdekaan: memberikan kesempatan kepada mereka yang sedang menjalani proses pembinaan untuk memperbaiki diri dan kembali ke tengah masyarakat.
Bahkan, Rutan Barru turut memperlihatkan hasil pembinaan warga binaan berupa sebuah kursi Jepara yang kemudian diserahkan secara simbolis kepada Bupati Barru sebagai cenderamata.
Karya tersebut menjadi pesan bahwa di balik tembok pemasyarakatan tetap ada proses pembelajaran, keterampilan, dan harapan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan cenderamata kepada Kepala BPKAD Kabupaten Barru, Abubakar, yang memasuki masa purnabakti.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasinya selama menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah daerah.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Barru akhirnya menjadi sebuah gambaran tentang banyak wajah kemerdekaan.
Ada anak-anak muda yang berdiri tegap membawa Sang Merah Putih dan menyimpan mimpi tentang masa depan.
Ada warga binaan yang memperoleh kesempatan memperpendek masa pidana. Ada pula aparatur pemerintah yang menutup perjalanan pengabdiannya setelah bertahun-tahun bekerja untuk daerah.
Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” pun tidak berhenti menjadi slogan. Ia menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diterjemahkan melalui kerja nyata, pelayanan kepada masyarakat, persatuan, dan kesempatan yang setara untuk tumbuh.
Karena itu, peringatan kemerdekaan di Barru menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.
Turut hadir Wakil Bupati Barru, Sekda Barru, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan OPD, Ketua LVRI, pimpinan instansi vertikal, Ketua PMI, mantan Bupati dan mantan Wakil Bupati Barru, pimpinan organisasi profesi, organisasi perempuan, organisasi kepemudaan, serta tamu undangan lainnya.
Di Lapangan Sumpang Binangae, Merah Putih telah berkibar. Kini, pekerjaan berikutnya adalah memastikan makna kemerdekaan itu tetap hidup dalam setiap langkah pembangunan Kabupaten Barru.

