Site icon Trotoar.id

Dari Sulsel untuk NTT, 30 Ton Bantuan Kemanusiaan Dikirim Gubernur Bersama Forkopimda

MAROS, Trotoar.id — Ketika gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), jarak ribuan kilometer tak menjadi penghalang bagi kepedulian. Dari Sulawesi Selatan, bantuan kemanusiaan kembali bergerak menuju saudara sebangsa yang tengah menghadapi masa sulit pascabencana.

Sebanyak kurang lebih 30 ton bantuan kemanusiaan, ditambah ratusan kilogram obat-obatan, dikumpulkan di Lanud Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Selasa (18/8/2026).

Bantuan tersebut selanjutnya diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara menuju wilayah terdampak gempa di NTT.

Pengiriman bantuan dipimpin Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel.

Bantuan tersebut menjadi wujud solidaritas masyarakat Sulsel terhadap warga NTT yang sedang menjalani masa tanggap darurat.

Di Lanud Sultan Hasanuddin, terlihat bagaimana bantuan yang dikumpulkan dari berbagai pihak dipersiapkan untuk diberangkatkan.

Tidak hanya berupa kebutuhan pokok, bantuan juga mencakup obat-obatan yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat dalam pengumpulan bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan kemanusiaan ini lahir dari semangat gotong royong berbagai unsur di Sulawesi Selatan.

“Terkumpul kurang lebih 30 ton dan ratusan kilogram obat-obatan untuk bantuan untuk saudara kita di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dilanda musibah gempa beberapa waktu lalu,” kata Andi Sudirman.

Pengumpulan bantuan tersebut melibatkan jajaran Forkopimda Sulsel, termasuk Kodam XIV Hasanuddin, Polda Sulsel, Kejati Sulsel, PT Angkasa Pura, Kodaeral VI, Kodau II, Divif 3 Kostrad, Binda, Lanud, serta dukungan dari sejumlah perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

Bagi Andi Sudirman, keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja.

Pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam memastikan bantuan dapat segera bergerak menuju wilayah yang membutuhkan.

Gubernur Sulsel juga secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Lanud Sultan Hasanuddin yang membantu proses pengangkutan bantuan menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.

Penggunaan jalur udara menjadi langkah penting untuk mempercepat mobilisasi bantuan dari Sulawesi Selatan menuju titik distribusi di NTT.

Bantuan dari Sulsel selanjutnya diarahkan menuju dua titik utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere.

Dari kedua lokasi tersebut, bantuan akan didistribusikan lebih lanjut menuju wilayah-wilayah yang terdampak gempa.

Pola ini dipilih agar proses distribusi dapat dilakukan lebih efektif dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses menuju kawasan terdampak.

Andi Sudirman mengatakan pengumpulan bantuan kemanusiaan dari Sulsel juga masih terus berjalan. Bantuan yang terkumpul berikutnya akan diberangkatkan secara bertahap sesuai kebutuhan di lapangan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa solidaritas Sulsel tidak berhenti pada satu kali pengiriman.

Pemerintah daerah bersama berbagai pihak membuka ruang bagi bantuan lanjutan agar dukungan kepada masyarakat NTT dapat terus diberikan selama masa penanganan bencana.

Bagi masyarakat yang kehilangan rumah, harta benda atau harus menghadapi ketidakpastian setelah gempa, bantuan yang datang memiliki arti lebih dari sekadar barang.

Di balik 30 ton logistik dan ratusan kilogram obat-obatan yang dikirim dari Sulsel, terdapat pesan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi bencana seorang diri.

Ada tangan-tangan yang membantu, ada doa yang dipanjatkan, dan ada solidaritas yang bergerak melampaui batas wilayah.

Andi Sudirman pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan warga NTT yang terdampak bencana.

“Semoga bantuan ini sebagai bukti solidaritas sesama anak bangsa dapat mengurangi beban dan mempercepat pemulihan,” pungkasnya.

Pengiriman bantuan dari Lanud Sultan Hasanuddin menjadi salah satu potret kecil dari semangat gotong royong Indonesia. Ketika bencana datang dan membuat banyak orang kehilangan, solidaritas menjadi kekuatan yang menyatukan.

Dari Sulawesi Selatan, bantuan itu diterbangkan menuju NTT. Bukan hanya membawa logistik dan obat-obatan, tetapi juga membawa pesan sederhana: sesama anak bangsa tidak akan membiarkan saudaranya menghadapi bencana sendirian.

Exit mobile version