Makassar, Trotoar.id — Semangat memperingati HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bulukumba ditandai dengan sebuah langkah pembangunan yang diharapkan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Dl
Di kawasan Pantai Merpati, pemancangan tiang pertama Masjid Terapung resmi dimulai, Senin, 17 Agustus 2026.
Pembangunan masjid yang dirancang berdiri di atas perairan tersebut menjadi salah satu momentum penting di tengah perayaan kemerdekaan.
Bukan sekadar pembangunan fisik, masjid ini diproyeksikan menjadi ruang ibadah sekaligus ikon baru kawasan wisata kota Bulukumba.
Pemasangan perdana tiang pancang dipantau langsung Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bersama Wakil Bupati Andi Edy Manaf dan Sekretaris Daerah Bulukumba Muh Ali Saleng.
Pemancangan tersebut sekaligus menandai dimulainya tahapan konstruksi utama Masjid Terapung Pantai Merpati.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menjelaskan, pembangunan masjid terapung memiliki tantangan tersendiri karena bangunan dirancang berdiri di atas kawasan perairan. Karena itu, fondasi menjadi bagian paling penting yang harus dipastikan kekuatan dan ketahanannya.
Sebanyak 76 tiang pancang direncanakan ditanam untuk menopang konstruksi bangunan masjid.
Menurut Andi Utta, sapaan akrab Bupati Bulukumba, seluruh proses pemancangan harus dilakukan secara cermat dengan memperhitungkan karakteristik lokasi pembangunan yang berada di kawasan muara sungai.
“76 tiang pancang akan dipasang, yang akan mampu menahan hingga 1.000 ton,” ujar Andi Utta.
Konsep masjid ini dirancang sedemikian rupa agar tetap tampak berdiri di atas air, baik ketika kondisi laut sedang pasang maupun surut. Bangunan masjid akan berjarak sekitar 100 meter dari garis pantai.
Andi Utta menjelaskan, ketika air dalam kondisi surut, lantai masjid diperkirakan berada sekitar 2,5 meter dari permukaan air. Sementara ketika air pasang, posisi bangunan akan menyesuaikan kondisi perairan di sekitarnya.
“Kalau dalam keadaan surut, lantai masjidnya sekitar 2,5 meter dari air, sedangkan kalau tengah pasang, lantainya sekitar 100 meter dari air,” jelasnya.
Keberadaan masjid tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya fasilitas keagamaan, tetapi juga memperkuat daya tarik Pantai Merpati sebagai salah satu kawasan wisata perkotaan di Bulukumba.
Kehadiran bangunan yang berdiri di atas perairan diyakini akan menghadirkan lanskap baru yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Lebih dari itu, Masjid Terapung Pantai Merpati diharapkan menjawab kebutuhan wisatawan yang ingin menikmati kawasan pesisir Bulukumba tanpa meninggalkan kewajiban menjalankan ibadah.
Masjid nantinya dapat menjadi tempat persinggahan bagi masyarakat dan pengunjung untuk melaksanakan salat lima waktu.
“Dengan adanya masjid terapung ini, para pengunjung wisata kota Bulukumba tidak lagi kesulitan untuk melaksanakan kewajiban salat lima waktunya. Ini jadi masjid terapung kedua Bulukumba, setelah yang terbangun di Bira,” kata Andi Utta.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bulukumba, pembangunan masjid ini juga memiliki makna simbolik.
Pemancangan tiang bertepatan dengan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga memperkuat identitas daerah melalui perpaduan wisata, ruang publik dan kehidupan keagamaan.
Andi Utta optimistis pembangunan Masjid Terapung Pantai Merpati dapat segera terwujud. Optimisme tersebut tidak hanya bertumpu pada pemerintah daerah, tetapi juga pada dukungan masyarakat dan berbagai pihak yang ikut bergotong royong melalui bantuan maupun swadaya.
Sejumlah bantuan material pembangunan dilaporkan mulai masuk melalui panitia pembangunan. Partisipasi masyarakat juga dibuka melalui rekening khusus yang disiapkan panitia bagi siapa saja yang ingin ikut mengambil bagian dalam pembangunan masjid tersebut.
Rekening Panitia Pembangunan Masjid Terapung:
Bank BRI
0253-01-008888-566
Bank Sulselbar
585.251.000.008.8887
Dengan dimulainya pemancangan tiang pada momentum HUT ke-81 Proklamasi, Masjid Terapung Pantai Merpati kini bukan lagi sekadar rencana.
Sebanyak tiang pancang yang ditanam menjadi awal dari sebuah cita-cita besar: menghadirkan rumah ibadah di atas perairan yang kelak diharapkan menjadi simbol religiusitas, gotong royong, sekaligus wajah baru wisata Kabupaten Bulukumba.
Di tengah semarak peringatan kemerdekaan, pembangunan itu membawa pesan tersendiri. Kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga melalui ikhtiar menghadirkan ruang-ruang baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari masa depan daerah.

