Site icon Trotoar.id

Sidrap–Jeneponto Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Saling Pasok Komoditas untuk Jaga Stabilitas Pangan

8217

SIDRAP, Trotoar.id Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Pemerintah Kabupaten Jeneponto memperkuat kolaborasi antardaerah melalui kerja sama perdagangan komoditas unggulan. 

Kesepakatan ini diarahkan untuk memperpendek rantai pasok, menjaga ketersediaan pangan, sekaligus membantu mengendalikan gejolak harga di kedua daerah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Bupati Jeneponto Paris Yasir di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Selasa malam (18/8/2026).

Penandatanganan turut disaksikan Sekretaris Daerah Sidrap Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK Sidrap Haslindah Syaharuddin Alrif, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Melalui kerja sama tersebut, Sidrap dan Jeneponto sepakat mengoptimalkan keunggulan komoditas masing-masing daerah. 

Sidrap yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan akan memasok sejumlah komoditas strategis, terutama beras dan telur, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jeneponto.

Sebaliknya, Jeneponto akan memasok sejumlah komoditas unggulan kepada Sidrap, khususnya produk sektor kelautan dan pertanian seperti ikan cakalang, garam, dan cabai.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, kerja sama tersebut bukan sekadar kesepakatan administratif antarpemerintah daerah. 

Lebih dari itu, kolaborasi tersebut merupakan upaya membangun sistem perdagangan yang saling menguntungkan dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi masing-masing wilayah.

Menurut Syaharuddin, daerah tidak perlu membangun persaingan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Sebaliknya, potensi yang berbeda dapat dipertukarkan sehingga kebutuhan pangan di masing-masing daerah bisa dipenuhi dengan lebih cepat dan efisien.

“Kerja sama ini dalam rangka menjajaki perdagangan produk unggulan yang ada di Kabupaten Jeneponto untuk kita kerja samakan dengan Pemerintah Kabupaten Sidrap. Begitu pula sebaliknya, komoditas unggulan Sidrap akan kita bawa dan pasarkan ke Jeneponto,” ujarnya.

Ia menyebut Sidrap memiliki sejumlah komoditas unggulan yang dapat menjadi kekuatan dalam menopang kebutuhan pangan daerah lain. 

Selain beras dan telur, Sidrap juga memiliki produksi jagung, bawang merah, cabai, serta berbagai komoditas pertanian lainnya.

Sementara Jeneponto memiliki kekuatan pada sektor perikanan, kelautan, hortikultura, serta komoditas pesisir. Perbedaan potensi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk membangun pola perdagangan antardaerah yang lebih terintegrasi.

Syaharuddin berharap kerja sama tersebut dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, terutama dengan memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang. Semakin pendek rantai pasok, menurutnya, semakin besar peluang harga komoditas menjadi lebih terkendali.

“Dengan adanya kerja sama ini, kita harapkan rantai pasok semakin pendek, harga semakin stabil, petani dan nelayan kita semakin sejahtera,” katanya.

Kerja sama tersebut juga dinilai strategis dalam menghadapi persoalan ketersediaan stok ketika terjadi kekurangan komoditas di salah satu daerah. 

Pemerintah daerah dapat saling memasok kebutuhan sehingga gangguan pasokan tidak langsung berdampak besar terhadap harga di tingkat masyarakat.

Bupati Jeneponto Paris Yasir menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia mengatakan kerja sama Sidrap dan Jeneponto dibangun atas kesadaran bahwa setiap daerah memiliki keunggulan yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

“Sidrap punya komoditas unggulan, Jeneponto juga punya komoditas unggulan. Kita satukan untuk kepentingan masyarakat kita bersama,” ujarnya.

Paris menjelaskan, beras dan telur menjadi komoditas strategis yang dibutuhkan masyarakat Jeneponto. Karena itu, produksi dari Sidrap diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pasokan ketika kebutuhan di Jeneponto meningkat atau terjadi gangguan distribusi.

Sebaliknya, potensi perikanan dan komoditas pesisir Jeneponto juga terbuka untuk dipasarkan ke Sidrap. 

Pola saling pasok tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kebutuhan pangan, tetapi juga membuka pasar yang lebih luas bagi petani, nelayan, peternak dan pelaku UMKM.

“Apabila di Jeneponto terjadi inflasi terkait barang ini, stok kurang, maka kita akan minta ke Kabupaten Sidrap untuk saling bertukar dan saling mengisi. Begitu juga sebaliknya,” jelas Paris.

Kerja sama perdagangan antardaerah ini sekaligus menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah dinamika harga dan pasokan komoditas. 

Pemerintah kedua daerah berharap kesepakatan tersebut dapat segera diterjemahkan dalam transaksi perdagangan yang konkret dan berkelanjutan.

Dengan potensi yang saling melengkapi, Sidrap dan Jeneponto tidak hanya membangun hubungan perdagangan, tetapi juga membentuk pola kolaborasi ekonomi yang dapat memperkuat stabilitas pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah.

Exit mobile version