MAKASSAR, Trotoar.id — Jelang Pemilu 2029, sejumlah partai politik di Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik dengan memasang target perolehan suara dan kursi legislatif.
Konsolidasi organisasi, penguatan struktur hingga tingkat bawah, serta penyusunan strategi pemenangan mulai dilakukan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029 berlangsung.
Persaingan politik lima tahunan tersebut diprediksi semakin ketat. Sejumlah partai bahkan telah melakukan konsolidasi internal dan pembenahan struktur untuk memperkuat basis politik sekaligus meningkatkan daya saing di masing-masing daerah pemilihan (dapil).
Partai Gerindra menjadi salah satu partai yang memasang target tinggi. Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang digelar beberapa waktu lalu, Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel mengungkapkan ambisi partainya untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Untuk DPR RI, Gerindra Sulsel membidik 10 kursi dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan. Target tersebut menjadi gambaran ambisi Gerindra memperbesar keterwakilan kadernya di Senayan sekaligus memperkuat posisi politik partai di Sulsel.
Tak hanya di tingkat pusat, Gerindra juga membidik dominasi di DPRD Sulsel. Partai tersebut menargetkan 20 kursi DPRD Provinsi Sulsel sekaligus mengincar posisi Ketua DPRD Sulsel.
Target serupa juga diarahkan ke tingkat kabupaten dan kota dengan membidik kursi pimpinan DPRD di sejumlah daerah.
Untuk mencapai target tersebut, Gerindra dituntut memperkuat mesin politik hingga ke tingkat akar rumput.
Konsolidasi kader, penguatan struktur organisasi, serta peningkatan kerja politik di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari strategi menghadapi pertarungan Pemilu 2029.
Sementara itu, Partai Golkar Sulsel juga memasang target yang tidak kalah tinggi. Golkar menargetkan perolehan delapan kursi DPR RI dari Sulsel pada Pemilu 2029.
Target tersebut berarti Golkar ingin menggandakan perolehan kursinya dibandingkan Pemilu 2024 yang menghasilkan empat kursi DPR RI dari Sulsel.
Di tingkat provinsi, Golkar menargetkan kembali meraih 23 kursi DPRD Sulsel, sebagaimana capaian yang pernah diraih ketika Ilham Arief Sirajuddin memimpin Golkar Sulsel.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya mengembalikan kekuatan Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di parlemen daerah.
Persaingan juga datang dari PDI Perjuangan. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Sulsel, Mohammad Ramdhan Pomanto, mengatakan partainya menargetkan hasil yang lebih baik dibandingkan Pemilu 2024.
Menurutnya, konsolidasi organisasi telah mencapai sekitar 85 persen dan dilakukan hingga tingkat kecamatan.
“Kami sudah 85 persen menggelar konsolidasi hingga tingkat kecamatan. Kami menargetkan setiap dapil nantinya akan terisi perwakilan kader PDIP di lembaga legislatif, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota,” kata Danny Pomanto.
Dengan target yang mulai dipasang sejak jauh hari, pertarungan menuju Pemilu 2029 di Sulsel dipastikan tidak hanya akan ditentukan saat masa kampanye.
Persaingan telah dimulai melalui konsolidasi kader, penguatan struktur partai, pemetaan dapil, perekrutan basis pemilih, hingga perebutan pengaruh di tingkat masyarakat.
Gerindra, Golkar, dan PDIP menunjukkan bahwa perebutan kursi legislatif 2029 telah menjadi agenda politik yang dipersiapkan sejak sekarang.

