MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi rangkaian tahun politik yang akan datang.
Konsolidasi struktur hingga persiapan kader menjadi perhatian partai, termasuk menghadapi tahapan pengusulan daftar calon legislatif yang diproyeksikan mulai digelar pada awal 2027.
Pelaksana Tugas Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel Andi Rachmatika Dewi mengungkapkan, partainya akan menggelar konsolidasi dan bimbingan teknis yang melibatkan seluruh anggota fraksi, kepala daerah dari NasDem, serta para ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem se-Sulsel.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan struktur partai sekaligus menyamakan langkah seluruh kader menghadapi dinamika politik beberapa tahun ke depan.
Konsolidasi dinilai penting karena persaingan politik diperkirakan semakin ketat dan melibatkan lebih banyak pasangan maupun kandidat.
“Ini dalam rangka persiapan menghadapi tahun-tahun politik, kesiapan struktur, kesiapan teman-teman dalam menghadapi tahun-tahun ke depan,” ujarnya.
Selain konsolidasi internal, NasDem Sulsel juga mulai memetakan kebutuhan partai terkait proses pencalonan anggota legislatif.
Pengusulan daftar calon legislatif yang direncanakan mulai dibahas pada awal 2027 menjadi salah satu agenda yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Dia mengatakan, dinamika politik juga tidak terlepas dari perkembangan regulasi. Saat ini terdapat sejumlah pembahasan terkait Undang-Undang Pemilu, ditambah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru yang dinilai akan ikut memengaruhi peta politik dan strategi partai menghadapi Pemilu mendatang.
Namun, terkait putusan MK terbaru mengenai keterwakilan perempuan, NasDem Sulsel menilai partainya tidak terlalu terdampak.
Pasalnya, partai tersebut mengklaim telah sejak awal menerapkan komposisi keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam proses pencalonan.
“Kalau putusan MK yang terbaru sebenarnya NasDem tidak terdampak, karena dari dulu kita sudah 30 persen,” katanya.
Di tengah persiapan tersebut, isu perpindahan kader ke partai politik lain juga menjadi bagian dari dinamika yang tidak bisa sepenuhnya dihindari.
Meski demikian, NasDem Sulsel menegaskan belum pernah membahas secara khusus persoalan tersebut dalam forum resmi partai.
Menurutnya, keputusan seorang kader untuk bertahan atau berpindah partai pada akhirnya merupakan pilihan politik pribadi.
Partai tidak ingin mencampuri keputusan individu sepanjang pilihan tersebut dilakukan secara sadar dan berdasarkan pertimbangan masing-masing.
“Kalau memang sudah tidak nyaman di NasDem, itu pilihan pribadi. Pilihan politik itu kan masing-masing pribadi,” ujarnya.
NasDem Sulsel kini memilih memperkuat konsolidasi internal ketimbang larut dalam isu perpindahan kader.
Dengan melibatkan struktur partai, anggota fraksi, kepala daerah, hingga ketua-ketua DPD, konsolidasi tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh mesin politik NasDem bergerak dalam satu arah menghadapi tahapan Pemilu yang semakin dekat.

