Site icon Trotoar.id

Dari Sidrap untuk Indonesia, Kerja Sama Antardaerah Jadi Kunci Jaga Pasokan Nasional

IMG 20260828 WA0006

TANGERANG, Trotoar.id Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas pasokan sekaligus memperkokoh ketahanan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut dibawa Sidrap dalam Forum Kerja Sama Perdagangan Antardaerah yang digelar dalam rangkaian Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Nusantara 1, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).

Forum yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) tersebut mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan mitra bisnis untuk membahas berbagai langkah memperlancar distribusi komoditas, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

Kegiatan itu dihadiri Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan Shofwan, Wakil Ketua Umum APKASI yang juga Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Bupati Klungkung I Made Satria, Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution, serta Wakil Bupati Halmahera Selatan Helmi Umar Muchsin.

Mengusung tema “Penguatan Perdagangan Antardaerah untuk Stabilitas Pasokan dan Ketahanan Nasional”, forum tersebut menempatkan kolaborasi antardaerah sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun sistem perdagangan nasional yang lebih kuat dan terhubung.

Kerja sama antardaerah dinilai tidak hanya penting untuk memperlancar arus barang dari wilayah sentra produksi menuju daerah konsumen, tetapi juga dapat membantu menjaga ketersediaan komoditas, mengendalikan gejolak harga, sekaligus membuka pasar baru bagi produk unggulan daerah.

Bagi Sidrap, momentum tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring perdagangan dengan kabupaten dan wilayah lain di Indonesia.

Sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi komoditas unggulan, Sidrap melihat konektivitas perdagangan antardaerah sebagai peluang untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Akses pasar yang semakin luas diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha, petani, serta masyarakat.

Forum berlangsung dalam format dialog interaktif dengan membahas peluang, tantangan, dan strategi memperkuat perdagangan antardaerah.

Pemerintah pusat, kepala daerah, dan pelaku usaha bertukar gagasan mengenai upaya membangun ekosistem perdagangan yang lebih efisien, terbuka, dan saling menguntungkan.

Salah satu hasil konkret forum tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan kerja sama (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan.

Kesepakatan itu menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua daerah, khususnya dalam pengembangan perdagangan dan pemanfaatan potensi komoditas unggulan.

Kerja sama tersebut juga membuka peluang yang lebih luas bagi pengembangan investasi serta mempertemukan potensi produksi Sidrap dengan kebutuhan pasar di Halmahera Selatan.

Bagi Sidrap, kolaborasi semacam ini merupakan bagian dari strategi membangun perdagangan yang tidak berjalan sendiri-sendiri.

Daerah sentra produksi perlu terhubung dengan daerah tujuan pasar agar rantai pasok dapat berjalan lebih efektif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Penguatan konektivitas tersebut pada akhirnya diharapkan mampu menciptakan pola perdagangan yang lebih efisien, menjaga kesinambungan pasokan, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar nasional.

Melalui forum tersebut, Sidrap menunjukkan komitmennya untuk mengambil bagian dalam membangun jaringan ekonomi antardaerah.

Kerja sama yang diperkuat dari tingkat kabupaten diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung ketahanan ekonomi Indonesia.

Dari Sidrap, semangat kolaborasi itu diarahkan bukan hanya untuk memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga memastikan potensi dan produk unggulan daerah dapat terhubung dengan kebutuhan pasar di berbagai wilayah Indonesia. (*)

Exit mobile version