MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan mulai memanaskan mesin politik menghadapi tahapan Pemilu yang dijadwalkan bergulir mulai awal 2027.
Sebanyak 257 kader dari unsur anggota DPRD, SE Sulawesi Selatan serta mengundang kepala daerah, serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD NasDem se-Sulsel akan mengikuti konsolidasi yang dirangkaikan dengan kegiatan bimbingan teknis (bimtek).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah konsolidasi internal NasDem Sulsel untuk memastikan seluruh struktur partai memiliki kesiapan menghadapi dinamika politik sekaligus tahapan Pemilu mendatang.
Plt Sekretaris DPW NasDem Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, mengatakan konsolidasi diperlukan untuk menyatukan langkah seluruh kader sekaligus memperkuat kesiapan organisasi menghadapi berbagai perubahan politik yang berpotensi memengaruhi pelaksanaan Pemilu.
Menurutnya, forum konsolidasi dan bimtek nantinya tidak hanya membahas persoalan teknis kepartaian, tetapi juga mengulas dinamika politik terkini yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah perubahan regulasi politik yang saat ini tengah dibahas pemerintah bersama DPR RI.
“Kita mau mempertahankan yang kita capai di Pemilu yang lalu, olehnya itu kita mempersiapkan diri,” kata Andi Rachmatika Dewi.
Ia menegaskan, capaian NasDem pada Pemilu sebelumnya menjadi pijakan penting bagi partai untuk menyusun langkah politik berikutnya.
Karena itu, konsolidasi dilakukan lebih awal agar seluruh struktur dan kader memiliki pemahaman yang sama mengenai arah perjuangan partai.
Dalam forum tersebut, kader juga akan diajak melakukan pemetaan terhadap perkembangan regulasi serta dinamika politik yang dapat memengaruhi strategi partai pada Pemilu mendatang.
Bagi NasDem Sulsel, perubahan aturan politik harus diantisipasi sejak dini. Partai tidak ingin hanya bergerak ketika tahapan Pemilu telah dimulai, tetapi menyiapkan struktur dan strategi jauh sebelum kontestasi berlangsung.
Konsolidasi 257 kader tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara struktur DPW, DPD, anggota legislatif, serta kepala daerah yang berasal dari NasDem.
Keterlibatan kepala daerah dan anggota DPRD dalam konsolidasi dinilai penting karena mereka merupakan bagian dari representasi politik NasDem yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Melalui konsolidasi tersebut, NasDem Sulsel ingin memastikan seluruh kader memahami perkembangan politik sekaligus mampu menerjemahkan kebijakan partai dalam kerja-kerja politik di wilayah masing-masing.
Agenda bimtek juga diharapkan meningkatkan kapasitas kader, terutama dalam membaca perubahan regulasi, memetakan potensi politik, serta menghadapi tantangan yang muncul menjelang tahapan Pemilu.
Andi Rachmatika Dewi menekankan bahwa target utama konsolidasi bukan sekadar menjaga soliditas organisasi, tetapi juga mempertahankan capaian politik yang telah diperoleh NasDem pada Pemilu sebelumnya.
“Kita mau mempertahankan yang kita capai di Pemilu yang lalu,” tegasnya.
Dengan melibatkan ratusan kader dari berbagai unsur, konsolidasi ini menjadi sinyal bahwa NasDem Sulsel mulai menyusun strategi lebih awal menghadapi Pemilu. Mesin partai dipersiapkan, struktur diperkuat, sementara perubahan regulasi dan dinamika politik mulai dipetakan.
Bagi NasDem, pertarungan Pemilu berikutnya tidak hanya akan ditentukan ketika masa kampanye tiba. Konsolidasi organisasi, kesiapan kader, serta kemampuan membaca perubahan politik sejak awal menjadi bagian penting untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian partai di Sulawesi Selatan.

