PANGKEP, Trotoar.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Nasional 2026 resmi berakhir.
Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menutup rangkaian ajang keagamaan nasional tersebut di Alun-alun Lapangan Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (29/8/2026) malam.
Penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 turut didampingi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Prosesi penutupan ditandai dengan menutup lembaran replika mushaf Al-Qur’an berukuran raksasa oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam malam penutupan tersebut, di antaranya Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, serta Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau.
Sulawesi Selatan dipercaya menjadi tuan rumah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 dengan Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep sebagai dua daerah utama penyelenggara.
Sejumlah cabang perlombaan dan rangkaian kegiatan berlangsung di Kota Makassar, sedangkan prosesi penutupan dipusatkan di Kabupaten Pangkep.
Keterlibatan Makassar sebagai salah satu pusat penyelenggaraan menjadi bagian penting dalam mendukung suksesnya Sulsel sebagai tuan rumah.
Selain menjadi lokasi sejumlah agenda perlombaan, Makassar juga menjadi pintu masuk bagi peserta dan delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia selama pelaksanaan MTQ.
Malam penutupan sekaligus menjadi momentum pengumuman hasil akhir seluruh cabang yang diperlombakan. Dalam klasemen akhir MTQ VIII KORPRI Nasional 2026, Sulawesi Selatan berhasil meraih posisi kedua, sementara gelar juara umum diraih Provinsi Sumatera Barat.
Rangkaian penutupan juga ditandai dengan serah terima estafet tuan rumah MTQ KORPRI Nasional berikutnya. Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menyerahkan penyelenggaraan MTQ KORPRI Nasional 2029 kepada Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ KORPRI tidak semestinya berhenti sebagai ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter aparatur sipil negara yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan dan tugas pelayanan publik.
Menurut Nasaruddin, para peserta dan juara MTQ harus mampu menjadi teladan di lingkungan birokrasi. Nilai-nilai Qurani yang diperoleh selama kompetisi diharapkan diwujudkan dalam sikap, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui ini kalian jadi ASN prototipe living Qur’an, yang mengamalkan Al-Qur’an dalam keseharian dan dalam pekerjaan. Jadi ASN penyejuk bukan pengeruh, jadi ASN penengah bukan penghambat,” ujar Nasaruddin.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional Prof. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Pangkep, atas keberhasilan menjadi tuan rumah MTQ VIII KORPRI Nasional 2026.
Menurut Zudan, kesuksesan penyelenggaraan tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, panitia, serta seluruh pihak yang terlibat sejak tahap persiapan hingga rangkaian kegiatan berakhir.
“Terima kasih kepada Bapak Wali Kota Makassar dan Bupati Pangkep telah bekerja keras menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan,” kata Zudan.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 di Sulawesi Selatan. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan ASN dan birokrasi.
Munafri berharap semangat dan nilai Qurani yang lahir dari pelaksanaan MTQ dapat dibawa pulang oleh seluruh peserta dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih penting lagi, nilai tersebut diharapkan tercermin dalam sikap ASN saat menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Insyaallah melalui kegiatan kita semua mendapat berkah dan perlindungan dari Allah SWT. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita semua bisa menanamkan nilai-nilai Qurani di dalam kehidupan kita masing-masing, khususnya para ASN dan birokrasi yang ada di daerah kita masing-masing,” harap Munafri.
Dengan berakhirnya MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 di Sulawesi Selatan, penyelenggaraan ajang tersebut meninggalkan dua catatan sekaligus, yakni capaian prestasi Sulsel sebagai peraih posisi kedua dan apresiasi atas kolaborasi Makassar-Pangkep dalam menyukseskan agenda nasional KORPRI tersebut.

