GOWA, Trotoar.id— Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengajak keluarga besar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas), khususnya para engineer dan alumni, ikut mengawal percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.
Menurut Andi Sudirman, pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis sekaligus memahami kebutuhan daerah.
Karena itu, kontribusi perguruan tinggi, akademisi, engineer, dan alumni menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Andi Sudirman saat menghadiri peringatan Dies Natalis ke-66 Fakultas Teknik Unhas di Kampus FT Unhas, Kabupaten Gowa, Sabtu (29/8/2026).
Peringatan tersebut turut dihadiri Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa, para wakil rektor, Dewan Senat Universitas dan Fakultas, alumni FT Unhas lintas angkatan, serta sivitas akademika Fakultas Teknik Unhas.
Kehadiran Andi Sudirman dalam peringatan tersebut juga menjadi momentum bagi dirinya untuk kembali menyapa almamater. Ia merupakan bagian dari keluarga besar FT Unhas dan tercatat sebagai alumni fakultas tersebut.
Dalam kesempatan itu, Andi Sudirman menyampaikan apresiasi kepada para dosen, tenaga pendidik, sivitas akademika, engineer, serta alumni FT Unhas yang selama ini telah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan.
Ia menilai Fakultas Teknik Unhas memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Sulsel.
Keahlian di bidang teknik dibutuhkan untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, mulai dari konektivitas wilayah, infrastruktur dasar, transportasi, energi, hingga pengembangan kawasan strategis.
“Kontribusi Fakultas Teknik sangat dibutuhkan dalam mendukung pengembangan kawasan strategis, transportasi dan konektivitas, infrastruktur dasar, energi, serta pengembangan wilayah Sulawesi Selatan secara lebih terintegrasi,” jelas Andi Sudirman.
Ia kemudian memaparkan sejumlah agenda pembangunan infrastruktur yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Program Multi Years Project (MYP) 2025-2027.
Program tersebut menjadi salah satu instrumen Pemprov Sulsel untuk mempercepat pembangunan infrastruktur secara bertahap dan berkelanjutan.
Salah satu fokusnya adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan dengan total panjang mencapai 1.000 kilometer.
Selain jalan, program tersebut mencakup pengembangan jaringan irigasi yang ditargetkan mampu mendukung pengairan sekitar 54.000 hektare lahan persawahan.
Infrastruktur kesehatan juga menjadi bagian dari program tersebut melalui pembangunan dua rumah sakit regional yang berada di wilayah selatan dan utara Sulsel.
Menurut Andi Sudirman, besarnya cakupan pembangunan tersebut membutuhkan pengawalan dari berbagai pihak, termasuk kalangan engineer yang memiliki kapasitas untuk memastikan aspek teknis pembangunan berjalan sesuai standar.
Karena itu, ia berharap para alumni FT Unhas yang kini tersebar di berbagai bidang profesi dapat mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan daerah.
Kolaborasi tersebut tidak hanya diperlukan pada tahap pelaksanaan, tetapi juga dalam memastikan perencanaan dan pembangunan dilakukan secara tepat sasaran.
Andi Sudirman meyakini perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai sumber pengetahuan dan inovasi, sementara pemerintah memiliki mandat untuk menerjemahkan kebutuhan masyarakat menjadi kebijakan dan program pembangunan.
“Mohon dukungan dari teman-teman Fakultas Teknik Unhas, utamanya para alumni. Semoga bersama-sama kita bisa memastikan dan mengawal agar program-program pembangunan ini dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap momentum Dies Natalis ke-66 tidak hanya menjadi perayaan perjalanan panjang Fakultas Teknik Unhas, tetapi juga menjadi penguat komitmen untuk mempertemukan kekuatan akademik, profesionalisme engineer, dan kebutuhan pembangunan daerah.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar percepatan pembangunan infrastruktur Sulsel tidak hanya menghasilkan proyek fisik, tetapi juga menghadirkan konektivitas yang lebih baik, memperkuat sektor pertanian, meningkatkan akses pelayanan publik, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

