Site icon Trotoar.id

Gerakan Indonesia Asri di Pantai Losari, Appi: Menanam Pohon adalah Menanam Harapan untuk Makassar

IMG 20260830 WA0017

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyerukan kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk memperkuat gerakan menjaga lingkungan dan mewujudkan Kota Makassar yang bersih, sehat, dan nyaman.

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri kegiatan Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru yang digelar DPC Partai Demokrat Kota Makassar dalam rangka memperingati HUT ke-25, di Anjungan Pantai Losari, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan berbagai aksi sosial dan lingkungan, mulai dari senam bersama, pembersihan lingkungan, donor darah, penanaman pohon, hingga kegiatan sosial lainnya yang melibatkan masyarakat.

Munafri memberikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan yang menyentuh langsung persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan kota tidak semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.

“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Partai Demokrat terhadap lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar Munafri.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Makassar membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persoalan perkotaan, terutama kebersihan dan pengelolaan lingkungan.

Partai politik, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, komunitas, pemuda, hingga masyarakat harus mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru ini mengingatkan kita bahwa membangun Kota Makassar tidak dapat dilakukan oleh pemerintah seorang diri. Pemerintah membutuhkan kolaborasi seluruh kekuatan masyarakat,” katanya.

Bagi Munafri, persoalan kebersihan kota bukan semata-mata persoalan teknis yang dapat diselesaikan melalui pengangkutan sampah atau program pemerintah. Lebih jauh, kebersihan membutuhkan perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Kota yang bersih tidak lahir hanya dari program pemerintah. Makassar yang sehat tidak lahir hanya dari kebijakan, dan Makassar yang maju tidak lahir hanya dari kerja satu pihak,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta kegiatan seperti Gerakan Indonesia Asri-Langit Biru tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan. Aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon harus berkembang menjadi kebiasaan yang terus dilakukan masyarakat setelah kegiatan berakhir.

Munafri menilai perubahan besar dalam menjaga lingkungan justru dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi dari satu pohon kita sedang menanam harapan,” tuturnya.

“Membersihkan satu lingkungan mungkin terlihat kecil, tetapi dari kebiasaan kecil itulah budaya hidup bersih dapat tumbuh,” sambung Ketua IKA FH Unhas tersebut.

Selain isu lingkungan, Munafri mengapresiasi rangkaian kegiatan sosial dan kesehatan yang digelar dalam momentum tersebut.

Donor darah, olahraga bersama, penanaman pohon, hingga aksi sosial dinilai menunjukkan bentuk kepedulian yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan partai politik dalam kegiatan sosial juga memperlihatkan bahwa aktivitas politik tidak semestinya hanya berkutat pada kontestasi, perbedaan pilihan, maupun kepentingan elektoral.

“Ketika kita bersama-sama menjaga lingkungan, kesehatan, dan kehidupan sosial, sesungguhnya kita sedang menunjukkan wajah demokrasi yang dekat dengan rakyat,” ujarnya.

Munafri mengatakan, politik pada akhirnya harus kembali kepada kepentingan masyarakat. Kader dan organisasi politik, kata dia, dapat menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat melalui tindakan nyata yang menjawab persoalan sehari-hari.

“Ketika kader-kader politik turun langsung membersihkan lingkungan, menanam pohon, mendukung kesehatan masyarakat, mendonorkan darah, dan berbagi kepada anak-anak yatim, di situlah kita melihat bahwa politik dapat hadir dengan wajah yang humanis dan memberikan manfaat nyata,” sambungnya.

Memasuki usia ke-25, Munafri berharap DPC Partai Demokrat Kota Makassar terus mengambil peran konstruktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. Ia menilai kontribusi organisasi politik seharusnya dapat diukur dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Memasuki usia ke-25, saya berharap DPC Partai Demokrat Kota Makassar dapat terus mengambil bagian secara konstruktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah,” harapnya.

Munafri juga menegaskan Pemkot Makassar terbuka terhadap berbagai gagasan dan kontribusi dari seluruh elemen masyarakat sepanjang diarahkan untuk kepentingan warga dan kemajuan kota.

“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, keberagaman sebagai modal sosial, dan kepedulian sebagai energi untuk membangun Makassar,” ajaknya.

Ia menutup pesannya dengan menekankan bahwa usia sebuah organisasi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, keberadaan organisasi akan semakin bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sebab, ukuran sebuah organisasi partai bukan hanya seberapa lama, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan bagi masyarakat dan daerahnya,” pungkas Munafri.

Exit mobile version