Site icon Trotoar.id

NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat

IMG 20260830 123549 641 scaled

MAKASSAR, Trotoar.idPartai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu 2024, NasDem Sulsel membidik sedikitnya 24 kursi, atau bertambah tujuh kursi dari perolehan sebelumnya.

Target tersebut ditegaskan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sulsel Syaharuddin Alrif saat menghadiri konsolidasi dan bimbingan teknis (bimtek) Fraksi Partai NasDem se-Sulawesi Selatan. Syaharuddin didampingi Sekretaris DPW NasDem Sulsel Andi Rachmatika Dewi serta seluruh anggota Fraksi NasDem se-Sulsel.

Syaharuddin mengatakan target penambahan tujuh kursi tersebut merupakan bagian dari upaya NasDem meningkatkan capaian politik pada pemilu mendatang.

Konsolidasi kader dan penguatan kinerja anggota fraksi menjadi salah satu instrumen untuk mencapai target tersebut.

“Kita sekarang punya kursi hasil Pemilu 2024 sebanyak 17 kursi dan pemilu mendatang kita target 24 kursi, atau naik sebesar tujuh kursi,” tegas Syaharuddin.

Untuk mengejar target tersebut, NasDem Sulsel juga mulai memperkuat konsolidasi internal, terutama di jajaran anggota fraksi yang menjadi representasi partai di lembaga legislatif.

Kinerja anggota fraksi dinilai menjadi salah satu wajah partai yang langsung berhadapan dengan masyarakat.

Namun, di tengah persiapan menghadapi kontestasi politik berikutnya, Syaharuddin memberikan peringatan keras kepada kader dan anggota fraksi agar tidak melakukan pencalegan dini melalui partai lain.

Ia menegaskan NasDem tidak akan ragu memberikan sanksi tegas, termasuk pemecatan, terhadap anggota fraksi maupun kader yang diketahui mendaftarkan diri sebagai calon legislatif melalui partai politik lain.

“Kita akan pecat. Kalau kita tahu di pencalegan dini ada anggota fraksi kita masuk daftar di partai lain, kami akan tahu sebab kami akan menerapkan pendeteksian dini melalui NIK,” tegas Syahar.

Menurut Syaharuddin, mekanisme pendeteksian tersebut akan menjadi bagian dari langkah partai untuk mengantisipasi perpindahan kader menjelang tahapan pencalegan.

Data berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) disebut akan digunakan untuk menelusuri kemungkinan kader NasDem yang masuk dalam daftar pencalonan dari partai lain.

Ia menyebut pencalegan dini diperkirakan mulai berlangsung pada awal 2027. Karena itu, partai mulai menyiapkan mekanisme internal untuk memastikan kader yang masih berstatus anggota NasDem tidak secara bersamaan tercatat dalam proses pencalonan partai politik lain.

Langkah tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa NasDem Sulsel ingin menjaga soliditas internal menjelang pemilu mendatang. Target penambahan kursi dinilai membutuhkan mesin politik yang solid dan kader yang tetap berada dalam satu garis perjuangan partai.

Di sisi lain, Syaharuddin mengatakan NasDem Sulsel masih mencermati dinamika politik nasional, termasuk kemungkinan perubahan Undang-Undang Pemilu dan sistem kepemiluan yang dapat memengaruhi tahapan maupun masa jabatan anggota DPRD periode 2024–2029.

Ia menegaskan partai akan menyesuaikan strategi berdasarkan regulasi yang nantinya ditetapkan pemerintah dan pembentuk undang-undang.

“Kita lihat dinamika di pusat. Kalau aturannya memang diperpanjang, kita perpanjang. Kalau aturannya di-stop, kita stop,” tegasnya.

Terkait fenomena sejumlah kepala daerah yang memilih berpindah atau bergabung dengan partai politik lain, Syaharuddin mengaku tidak ingin mempermasalahkannya secara berlebihan.

Menurutnya, pilihan politik merupakan hak setiap warga negara dan bagian dari dinamika demokrasi. Karena itu, perpindahan pilihan politik kepala daerah dinilai sebagai keputusan personal yang harus dihormati.

“Itu pilihan pribadi dan itu bagian dari dinamika, dan juga pilihan politik, hak konstitusi semua warga negara Indonesia,” pungkas Syaharuddin.

Dengan target 24 kursi, NasDem Sulsel kini menghadapi pekerjaan politik yang tidak ringan. Selain harus menambah tujuh kursi dari hasil Pemilu 2024, partai juga dituntut menjaga soliditas kader dan memperkuat kerja politik di seluruh daerah pemilihan agar target tersebut dapat diwujudkan pada pemilu mendatang.

Exit mobile version