Site icon Trotoar.id

Menunggu Ketok Palu DPP, Struktur Baru Golkar Sulsel di Bawah IAS Mulai Terkuak

Trotoar.id

Bakal calon ketua Golkar, Ilham Arief Sirajuddin

MAKASSAR, Trotoar.id Struktur kepengurusan baru Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mulai terkuak.

Komposisi kepengurusan tersebut kini berada di meja Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk mendapatkan persetujuan sebelum diterbitkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK).

Sejumlah nama disebut-sebut telah mengisi posisi strategis dalam struktur baru Golkar Sulsel. Di antaranya Rahman Pina yang dikabarkan menempati posisi sekretaris dan Amirullah Nur sebagai bendahara.

Namun, hingga saat ini komposisi tersebut belum dapat disebut sebagai struktur definitif. Keputusan final masih menunggu persetujuan DPP Partai Golkar melalui penerbitan SK kepengurusan.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, juga belum secara terbuka mengonfirmasi susunan nama yang beredar tersebut.

Saat ditanya mengenai kabar bahwa struktur kepengurusan baru Golkar Sulsel telah ditetapkan, IAS hanya memberikan jawaban singkat.

“Insya Allah,” kata Ilham Arief Sirajuddin.

Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai komposisi akhir kepengurusan bukan berada di tingkat daerah, melainkan menjadi kewenangan DPP Partai Golkar.

“Insya Allah, kita serahkan semua keputusan di DPP,” ujarnya.

Pernyataan IAS tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses penyusunan struktur kepengurusan masih menunggu keputusan resmi dari tingkat pusat.

Hal tersebut diperkuat Sekretaris Bidang DPP Partai Golkar, Mustahuddin. Ia mengungkapkan bahwa komposisi kepengurusan yang disusun IAS telah disampaikan kepada DPP Partai Golkar.

Menurut Mustahuddin, proses selanjutnya tinggal menunggu keputusan DPP sebelum SK kepengurusan DPD I Golkar Sulsel diterbitkan.

“Belum, Pak Ilham sudah mengajukan komposisi kepengurusan DPD Golkar Sulsel ke DPP Golkar. Mungkin dalam waktu dekat SK dari DPP Golkar terbit,” kata Mustahuddin.

Dengan demikian, nama Rahman Pina dan Amirullah Nur yang disebut mengisi posisi sekretaris dan bendahara masih menunggu pengesahan resmi melalui SK DPP.

Penyusunan struktur ini menjadi salah satu tahapan penting bagi IAS setelah dipercaya memimpin Golkar Sulsel. Gerbong kepengurusan baru tersebut nantinya akan menjadi mesin utama IAS dalam menjalankan agenda konsolidasi organisasi di 24 kabupaten/kota.

Komposisi pengurus juga menjadi perhatian karena akan menentukan arah konsolidasi Golkar Sulsel dalam menghadapi agenda politik ke depan. Penempatan kader pada posisi-posisi strategis akan menjadi bagian dari strategi IAS membangun soliditas sekaligus memperkuat mesin partai hingga tingkat akar rumput.

Bagi Golkar Sulsel, penerbitan SK DPP bukan sekadar formalitas organisasi. Setelah struktur definitif terbentuk, kepengurusan baru akan dituntut segera bekerja melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi dengan DPD II, serta memastikan mesin politik partai berjalan efektif di seluruh daerah.

Nama Rahman Pina yang disebut masuk dalam posisi sekretaris juga menarik perhatian. Politisi yang kini duduk sebagai pimpinan DPRD Sulsel tersebut memiliki posisi strategis dalam politik daerah. Sementara Amirullah Nur disebut diproyeksikan mengisi posisi bendahara, yang juga menjadi salah satu jabatan penting dalam menopang kerja organisasi partai.

Meski demikian, seluruh nama dan posisi tersebut masih harus menunggu keputusan final DPP Partai Golkar. Struktur kepengurusan baru akan memiliki legitimasi penuh setelah SK resmi diterbitkan.

Jika SK tersebut terbit dalam waktu dekat, IAS akan segera memiliki struktur lengkap untuk menjalankan agenda konsolidasi Golkar Sulsel. Tantangan berikutnya adalah membuktikan apakah gerbong baru tersebut mampu mengubah hasil konsolidasi organisasi menjadi kekuatan politik yang solid hingga tingkat kabupaten dan kota.

Dengan kata lain, proses penyusunan struktur kini tinggal menunggu ketok palu DPP. Setelah SK terbit, perhatian akan beralih pada bagaimana IAS dan jajaran pengurus barunya menggerakkan Golkar Sulsel menghadapi pertarungan politik berikutnya.

Exit mobile version