Site icon Trotoar.id

PUM Netherlands Masuk Bulukumba, Strategi Baru Dongkrak Kualitas dan Daya Saing Pariwisata

IMG 20260831 WA0053

BULUKUMBA, Trotoar.id — Kabupaten Bulukumba mulai membuka strategi baru untuk menggenjot sektor pariwisata dengan menggandeng tenaga ahli profesional dari Belanda.

Pemerintah Kabupaten Bulukumba bersama PUM Netherlands Senior Experts dan Destination Management Organisation (DMO) Perahu Pinisi Indonesia mendorong pengembangan destinasi yang lebih profesional, berkualitas, dan mampu meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan sosialisasi pengembangan destinasi, peningkatan kualitas layanan pariwisata, dan penguatan daya saing destinasi yang digelar di Ruang Lemo-Lemo, Gedung Pinisi Bulukumba, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan diikuti sejumlah pemangku kepentingan sektor pariwisata.

Bagi Pemkab Bulukumba, kehadiran PUM Netherlands menjadi peluang untuk mendapatkan perspektif dan pengalaman internasional dalam mengelola destinasi wisata.

Pendampingan dari para ahli diharapkan mampu membantu daerah memetakan potensi sekaligus membenahi berbagai aspek pengelolaan pariwisata yang masih perlu diperkuat.

“Kami menyambut baik kehadiran PUM Netherlands Senior Experts di Bulukumba. Ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan dari para ahli, khususnya dalam pengelolaan destinasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta pembangunan pariwisata yang berdaya saing,” ujar Andi Muchtar Ali Yusuf.

Bupati yang akrab disapa Andi Utta itu menegaskan, besarnya potensi wisata Bulukumba tidak akan otomatis menghasilkan dampak ekonomi tanpa pengelolaan yang tepat.

Karena itu, pemerintah ingin membangun destinasi yang bukan hanya ramai dikunjungi, tetapi mampu memberikan pengalaman wisata yang nyaman sekaligus membuka ruang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat lokal.

“Potensi pariwisata Bulukumba sangat besar sehingga harus dikelola secara bersama-sama. Kita ingin destinasi wisata tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi wisatawan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Andi Utta, pengembangan pariwisata tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Pelaku usaha, komunitas, masyarakat, organisasi pariwisata, media, hingga kelompok sadar wisata harus berada dalam satu ekosistem agar pengembangan destinasi berjalan berkelanjutan.

Karena itu, ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada sosialisasi. Pemerintah daerah mendorong agar transfer pengetahuan dari PUM Netherlands dilanjutkan melalui pendampingan dan program konkret yang menyentuh langsung pengelolaan destinasi, kualitas pelayanan, promosi, serta penguatan kapasitas pelaku pariwisata di Bulukumba.

PUM Netherlands Senior Expert Mrs. Conja Ter Bekke mengatakan, kehadiran pihaknya bukan untuk mengambil alih peran pemerintah maupun pelaku pariwisata lokal.

PUM datang untuk berbagi pengalaman sekaligus membangun proses pembelajaran bersama berdasarkan karakter dan potensi yang dimiliki Bulukumba.

“Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa kami lebih tahu, tetapi untuk berbagi pengalaman dan belajar bersama. Setiap destinasi memiliki karakter dan potensi yang berbeda. Karena itu, yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan kekuatan lokal,” ujar Conja.

Menurut Conja, kunci keberhasilan sebuah destinasi bukan hanya terletak pada keindahan objek wisata. Kualitas layanan, keterlibatan masyarakat, kesiapan pelaku usaha, tata kelola, hingga kemampuan seluruh pemangku kepentingan membangun pengalaman wisata yang berkualitas menjadi faktor yang tidak kalah penting.

“Pengembangan destinasi membutuhkan kerja sama yang kuat dari seluruh pihak. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya harus memiliki visi yang sama untuk memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan,” katanya.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi ruang awal untuk mengidentifikasi potensi, persoalan, dan peluang pengembangan pariwisata Bulukumba. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain Diskominfo, PHRI, HPI, media online, Pokdarwis Karang Sapohatu, Pokdarwis Ammatoa Kajang, Pokdarwis Kahayya Hills, serta jajaran Disparpora Bulukumba.

Conja berharap proses tersebut menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan secara konkret. Menurutnya, Bulukumba memiliki karakter wisata yang menarik dan berpeluang dikembangkan lebih profesional dengan tetap mempertahankan kekuatan lokalnya.

PUM Netherlands Senior Experts merupakan organisasi nonpemerintah asal Belanda yang mempertemukan tenaga ahli profesional dengan berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan keahlian.

Pendampingan diarahkan pada peningkatan kapasitas, tata kelola profesional, serta pengembangan sektor yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Pemkab Bulukumba bersama DMO Perahu Pinisi Indonesia berharap sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada potensi alam dan budaya, tetapi berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jika pendampingan tersebut berlanjut ke tahap implementasi, kerja sama dengan PUM Netherlands dapat menjadi salah satu pijakan baru bagi Bulukumba untuk mengubah potensi wisata menjadi destinasi yang lebih siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Exit mobile version