Site icon Trotoar.id

Warga Keluhkan Pemadaman Bergilir, Appi Panggil PLN ke Balai Kota: Ditarget Normal 5 September

IMG 20260901 WA0046

MAKASSAR, Trotoar.id — Keluhan warga Makassar soal pemadaman listrik bergilir langsung ditindaklanjuti Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin.

Manajemen PLN UID Sulselrabar dipanggil ke Balai Kota untuk menjelaskan penyebab gangguan sekaligus memastikan kapan pasokan listrik kembali normal.

Audiensi antara Pemkot Makassar dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Selasa (1/9/2026).

General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah hadir bersama jajaran manajemen PLN. Pertemuan tersebut membahas kondisi sistem kelistrikan, penyebab pemadaman bergilir, serta langkah yang dilakukan PLN untuk memulihkan pasokan.

Munafri mengatakan, dirinya menerima banyak keluhan masyarakat setelah pemadaman terjadi sejak Senin sore.

Informasi yang diterimanya menyebut pemadaman bergilir masih berpotensi berlangsung di sejumlah kecamatan dalam beberapa hari ke depan.

“Adanya pemadaman bergilir dilakukan PLN di Kota Makassar, sejak Senin sore hingga beberapa hari ke depan. Banyak warga menyampaikan keluhan sehingga saya tindak lanjuti ke pihak yang berwenang,” ujar Munafri.

Ia meminta PLN segera memberikan solusi dan kepastian agar gangguan tidak berlangsung berkepanjangan.

“Kami ingin mengetahui apa penyebab, dan kami meminta cepat dicarikan solusi agar lampu PLN kembali normal. Dan tadi, kita sudah mendengarkan penjelasan,” sambung Appi.

Munafri menilai pemadaman dalam durasi panjang dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, pelayanan publik hingga kegiatan ekonomi.

Menurutnya, listrik telah menjadi kebutuhan utama yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, ia meminta PLN mempercepat penanganan dan memastikan pasokan listrik kembali stabil.

“Saya akan bantu komunikasikan dengan pihak bertugas di Unit PLN yang mengalami kendala, meminta pihak PLN segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penanganan gangguan listrik,” tuturnya.

Munafri juga menekankan pentingnya koordinasi antara Pemkot Makassar dan PLN. Jika terjadi gangguan maupun pemeliharaan jaringan, pemerintah daerah perlu mendapatkan informasi yang jelas agar dapat mengantisipasi dampaknya terhadap masyarakat.

“Perlu ada kepastian agar segera diatasi supaya kembali normal. Saya harap pihak PLN berikan solusi supaya pemadaman bergilir ini tidak berlangsung lama,” tambahnya.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah memastikan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat masih dalam kondisi terkendali.

Namun, dalam satu hingga dua hari terakhir, sistem menghadapi tambahan tekanan akibat pemeliharaan salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di IPP Jeneponto.

Pembangkit tersebut memiliki kapasitas 125 megawatt (MW). Berkurangnya kapasitas pembangkit tersebut berdampak pada ketersediaan pasokan listrik dalam sistem.

“Hanya saja satu-dua hari yang lalu kita sempat ada kejadian. Kita ada pemeliharaan terkait dengan PLTU yang ada di IPP Jeneponto sebesar 125 MW yang berdampak terhadap kekurangan pasokan tenaga listrik,” jelas Edyansyah.

Menurut Edyansyah, berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, pembangkit tersebut ditargetkan kembali beroperasi paling lambat 5 September 2026.

“Berdasarkan informasi dari manajemen PLTU Jeneponto, insyaallah pada tanggal kurang lebih tanggal 5, kondisi sistem kelistrikan membaik kembali,” katanya.

Ia berharap masuknya kembali kapasitas pembangkit tersebut dapat membuat sistem kelistrikan Sulselrabar lebih stabil.

“Ini adalah kondisi singkat terkait dengan ketidaksiapan pasokan tenaga listrik secara sempurna. Insyaallah nanti di tanggal 5 semua kondisi sistem akan jauh lebih baik, bahkan normal,” terangnya.

Edyansyah menjelaskan, selain kapasitas 125 MW tersebut, terdapat kapasitas pembangkit lain yang masih dalam proses pemulihan.

Secara keseluruhan, sekitar 300 MW kapasitas pembangkit di PLTU Jeneponto diharapkan dapat kembali mendukung sistem kelistrikan.

“Di PLTU Jeneponto itu masih ada kurang lebih 300 megawatt yang akan pulih,” ungkapnya.

Dari jumlah tersebut, 125 MW ditargetkan pulih pada 5 September 2026, meski Edyansyah membuka kemungkinan pemulihan berlangsung lebih cepat.

“Untuk 125 megawatt akan pulih di tanggal 5. Mungkin nanti bisa lebih cepat lagi di bulan September,” pungkasnya.

Di tengah pemadaman bergilir, Edyansyah meminta masyarakat tidak panik. Ia memastikan PLN terus melakukan langkah pengendalian sistem sembari menunggu sejumlah kapasitas pembangkit kembali masuk.

“Kami menyampaikan kepada masyarakat untuk meyakini bahwa kondisi sistem masih tetap bisa kita kendalikan,” katanya.

Edyansyah juga menyebut sistem kelistrikan telah menghadapi tekanan sejak Juni akibat kondisi super El Nino, namun PLN masih berupaya menjaga kontinuitas pasokan listrik.

“Kami mohon doa dan dukungannya, semoga sistem kelistrikan yang sebenarnya sudah terdampak kondisi super El Nino sejak bulan Juni, tetapi kita masih bisa menjaga kontinuitas pasokan tenaga listrik tetap eksis dan tetap bisa menyalurkan tenaga listrik secara baik,” tuturnya.

Dengan adanya tambahan kapasitas pembangkit yang ditargetkan kembali masuk ke sistem, PLN berharap kondisi kelistrikan Sulselrabar segera kembali stabil.

Sementara Pemkot Makassar meminta proses pemulihan dipercepat agar pemadaman bergilir tidak terus membebani aktivitas masyarakat dan perekonomian kota.

Exit mobile version