MAKASSAR, Trotoar.id — Sebuah daerah tidak seharusnya dikenal karena ulah segelintir orang. Identitas sebuah daerah dibangun dari kerja keras, prestasi, dan kontribusi masyarakatnya.
Pesan itulah yang disampaikan Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri Forum Bisa Orasi (Bincang Santai Orang Sidrap) di Mes Pemkab Sidrap, Jalan Bau Mangga, Kota Makassar, Selasa (1/9/2026).
Di hadapan masyarakat Sidrap yang berada di Makassar, Syaharuddin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan wajah terbaik daerah melalui karya, prestasi, dan kontribusi nyata.
Menurutnya, Sidrap memiliki banyak masyarakat yang bekerja keras dan memberikan sumbangsih positif di berbagai bidang. Karena itu, citra daerah tidak boleh dibentuk hanya berdasarkan perilaku segelintir orang.
“Jangan biarkan stigma negatif muncul di daerah kita. Sidrap adalah daerah dengan masyarakat yang bekerja keras, bertani, berkebun, berdagang, berwirausaha, dan menghasilkan banyak hal positif,” tegas Syaharuddin.
Syaharuddin menilai, masyarakat memiliki peran penting dalam membangun citra positif daerah. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga pemuda, mahasiswa, tokoh masyarakat, pelaku usaha hingga warga Sidrap yang merantau di berbagai daerah.
Ia mengajak masyarakat Sidrap yang berada di luar daerah untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut memperkenalkan berbagai potensi dan prestasi daerah asalnya.
“Kalau ada yang salah, kita perbaiki. Tetapi jangan karena ulah segelintir orang, seluruh masyarakat Sidrap diberi cap negatif. Kita lawan stigma dengan karya dan prestasi,” ujarnya.
Menurutnya, Sidrap memiliki modal besar untuk dikenal melalui hal-hal positif.
Sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama daerah tersebut. Selain pertanian, Sidrap juga memiliki potensi pada sektor perkebunan, peternakan, perdagangan, UMKM, pendidikan, hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Potensi tersebut, kata Syaharuddin, harus terus dikembangkan sekaligus diperkenalkan lebih luas.
“Kita ingin ketika orang menyebut Sidrap, yang muncul adalah hal-hal positif. Sidrap dikenal karena pertaniannya, masyarakatnya yang pekerja keras, dan anak mudanya yang berprestasi,” katanya.
Forum Bisa Orasi sendiri menjadi ruang pertemuan masyarakat Sidrap di perantauan untuk berbincang, bertukar pandangan, sekaligus membicarakan berbagai persoalan dan potensi daerah.
Kegiatan yang diinisiasi IKM-ISA IPMI Sidrap tersebut dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam suasana santai, masyarakat Sidrap yang hadir tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan dan melihat kembali potensi daerah dari berbagai perspektif.
Sejumlah tokoh turut hadir sebagai narasumber, di antaranya Agus Arifin Nu’mang, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, serta Imran Muin Yusuf.
Bagi Syaharuddin, forum seperti Bisa Orasi penting karena pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan gagasan dan keterlibatan masyarakat.
Sebab, Sidrap bukan hanya tentang wilayah administratif.
Sidrap adalah tentang orang-orang yang bekerja keras, anak-anak muda yang bermimpi besar, petani yang terus mengolah tanah, pelaku usaha yang bertahan dan berkembang, serta masyarakat perantauan yang tetap membawa nama daerah di manapun mereka berada.
Karena itu, Syaharuddin mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan karya sebagai jawaban atas setiap stigma negatif.
Bukan dengan perdebatan, tetapi dengan prestasi. Bukan dengan membantah citra buruk, tetapi dengan menghadirkan sebanyak mungkin cerita baik tentang Sidrap.
Forum Bisa Orasi pun menjadi salah satu ruang untuk menyatukan semangat tersebut membangun Sidrap dengan gagasan, mengharumkan nama daerah dengan karya, dan menunjukkan kepada publik bahwa Sidrap memiliki masyarakat yang mampu berprestasi.

