Site icon Trotoar.id

Di Tengah Kemarau El Nino, Petani Sidrap Panen 9 Ton Gabah dari 68 Are, Bupati: Bukti Keuletan Petani

IMG 20260902 WA0066

SIDRAP, Trotoar.id —Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino tidak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untuk mempertahankan produktivitas lahan.

Salah satunya Rasyid, petani di Patommo, Kecamatan Watang Pulu, yang berhasil memanen sekitar 9 ton gabah dari lahan seluas 68 are.

Hasil panen tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, saat menghadiri panen padi di lokasi tersebut, Rabu (2/9/2026).

Syaharuddin menilai capaian Rasyid menjadi bukti bahwa petani tetap mampu menjaga produksi meski menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan air selama musim kemarau.

“Berbagai kendala kita hadapi, terutama kekeringan akibat El Nino. Kita patut bersyukur masih bisa panen. Dari lahan 68 are ini, hasilnya mencapai 9 ton. Ini menunjukkan petani kita tetap semangat dan tidak menyerah menghadapi kondisi yang ada,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, keberhasilan panen tersebut bukan sekadar soal jumlah produksi. Lebih dari itu, capaian tersebut menunjukkan ketangguhan petani dalam menghadapi perubahan kondisi musim dan keterbatasan sumber daya air.

Karena itu, Syaharuddin meminta para petani tidak kehilangan semangat untuk terus mengolah lahan dan mempersiapkan musim tanam berikutnya.

“Petani harus tetap semangat. Kita tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi kekeringan. Pemerintah akan terus melihat apa yang menjadi kebutuhan petani, khususnya terkait air,” katanya.

Persoalan ketersediaan air menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Usai menyaksikan proses panen, Syaharuddin tidak langsung meninggalkan lokasi.

Ia memilih berdialog dengan para petani untuk mendengar langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan.

Dalam dialog tersebut, petani menyampaikan sejumlah kendala, mulai dari ketersediaan air, kondisi lahan, hingga kebutuhan untuk menghadapi musim tanam berikutnya.

Masukan tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah untuk memetakan kebutuhan petani sekaligus menentukan langkah yang diperlukan, khususnya dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Syaharuddin menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperhatikan kondisi petani dan berupaya mencari solusi atas persoalan yang muncul di lapangan.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita memastikan petani tetap bisa berproduksi. Pemerintah akan melihat kebutuhan mereka dan mencari langkah yang bisa dilakukan, terutama menyangkut ketersediaan air,” ujarnya.

Panen di Patommo ini sekaligus menjadi gambaran bahwa keterbatasan air tidak serta-merta menghentikan aktivitas pertanian. Dengan ketekunan dan dukungan yang tepat, petani masih mampu mempertahankan hasil produksi meski berada di tengah tekanan musim kemarau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Patahangi Nurdin, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Bagian Ekonomi Haris Halimin, Camat Watang Pulu Mansyur, para kepala desa/lurah se-Kecamatan Watang Pulu, serta penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Exit mobile version